<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7772596526293522505</id><updated>2011-10-21T01:01:44.887+07:00</updated><category term='Jantung'/><category term='Vera Farah Bararah'/><category term='Bahasa dan Sastra'/><category term='Kesehatan'/><category term='Hipertensi'/><category term='Kehamilan'/><category term='Internet'/><category term='Diet'/><category term='Gigi dan Gusi'/><category term='Anak dan Balita'/><category term='Suami Istri'/><category term='Jaloe'/><category term='Kolesterol'/><category term='Tutorial Blogspot'/><category term='Naskah'/><category term='Pengembangan Diri'/><category term='Lanjut Usia'/><category term='Bronchiolitis'/><category term='Pradipta Nugrahanto'/><category term='Spesial'/><category term='Muhammad Shofwan'/><category term='Cinta Kasih'/><category term='Kerja dan Karir'/><title type='text'>PUSTAKA  ARTIKEL</title><subtitle type='html'>Media Perpustakaan Online - Kumpulan Artikel Terbaik</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7772596526293522505/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Harry Poetra</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-nnjFh0foyUg/TqBhfGsgJaI/AAAAAAAAAk8/7gq-6mBdyFg/s220/148324_wallpaper_monsters_inc_02_1024.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>42</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7772596526293522505.post-7296944594972620764</id><published>2009-11-11T11:11:00.000+07:00</published><updated>2009-11-11T11:11:06.425+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Vera Farah Bararah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anak dan Balita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><title type='text'>Doyan Minum Manis Bikin Anak Gendut Saat Remaja</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/Svo5AC9On3I/AAAAAAAAAIg/WjyD56U96tQ/s1600-h/soda-%28thefrugalgirl.com%29-dalam.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/Svo5AC9On3I/AAAAAAAAAIg/WjyD56U96tQ/s200/soda-%28thefrugalgirl.com%29-dalam.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b style="font-weight: normal;"&gt;Jakarta,&lt;/b&gt; Orangtua harus hati-hati dalam memberikan asupan minuman yang manis saat anak masih kecil. Karena apa yang dikonsumsi anak-anak saat berusia 5 tahun akan mempengaruhi lemak tubuh anak tersebut dalam waktu 10 tahun mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah penelitian menunjukkan biasanya orangtua tidak terlalu memperhatikan masalah berat badan putrinya dengan membiarkan anaknya tersebut mengonsumsi dua kali atau lebih minuman yang manis setiap harinya saat masih kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tingginya asupan minuman yang manis, seperti soda, minuman rasa buah-buahan dan minuman olahraga pada usia 5 tahun, akan dikaitkan dengan lemak tubuh anak tersebut dalam waktu 10 tahun berikutnya," ujar Dr Laura Fiorito dari Pennsylvania State University, seperti dikutip dari &lt;i&gt;Reuters&lt;/i&gt;, Senin (9/11/2009).&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Fiorito dan rekannya mencatat dalam&lt;i&gt; American Journal of Clinical Nutrition&lt;/i&gt; bahwa lemak tubuh yang tinggi selama masa usia remaja telah dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan seperti kelebihan berat badan (&lt;i&gt;overweight&lt;/i&gt;) untuk jangka waktu yang panjang, diabetes atau risiko terkena penyakit jantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim dari Fiorito meneliti 160 anak kecil perempuan yang masih kecil dan berusia 5 tahun. Dalam hal ini peneliti mengukur berat badan, tinggi badan dan lemak tubuh yang ada. Lemak tubuh dan berat badan yang dimiliki anak-anak ini bergantung dari seberapa banyak anak tersebut mengonsumsi minuman manis setiap harinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah faktor-faktor yang memungkinkan mempengaruhi berat badan dengan kadar lemak tubuh, didapatkan anak-anak yang konsumsi dua atau lebih minuman manis setiap harinya memiliki presentasi lemak tubuh yang lebih tinggi dan cenderung kelebihan berat badan dibandingkan dengan anak perempuan yang sedikit mengonsumsi minuman manis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak yang saat berusia 5 mengonsumsi minuman manis kurang dari 1 kali setiap harinya didapatkan kelebihan berat badan sekitar 16 sampai 19 persen dalam 10 tahun berikutnya. Sedangkan anak-anak yang mengonsumsi lebih dari 2 kali minuman manis setiap harinya didapatkan kelebihan berat badan yang lebih besar yaitu sekitar 32 sampai 39 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu Fiorito dan rekannya menyarankan agar orangtua memperhatikan asupan minuman yang dikonsumsi oleh anak-anak, khususnya minuman dengan kadar gula tinggi. Usahakan anak tidak terlalu sering mengonsumsinya agar anak tidak berisiko kelebihan berat badan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(&lt;b style="font-weight: normal;"&gt;ver/ir&lt;/b&gt;)&lt;br /&gt;Sumber : health.detik.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7772596526293522505-7296944594972620764?l=pustakaartikel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/feeds/7296944594972620764/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/2009/11/doyan-minum-manis-bikin-anak-gendut.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7772596526293522505/posts/default/7296944594972620764'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7772596526293522505/posts/default/7296944594972620764'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/2009/11/doyan-minum-manis-bikin-anak-gendut.html' title='Doyan Minum Manis Bikin Anak Gendut Saat Remaja'/><author><name>Pustaka Karya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://3.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SuOCaHhVMoI/AAAAAAAAABA/aOEOURsbUBA/S220/garuda_pancasila.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/Svo5AC9On3I/AAAAAAAAAIg/WjyD56U96tQ/s72-c/soda-%28thefrugalgirl.com%29-dalam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7772596526293522505.post-8347377595077414807</id><published>2009-11-11T11:05:00.000+07:00</published><updated>2009-11-11T11:05:24.877+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Vera Farah Bararah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehamilan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><title type='text'>Pilihan Ikan yang Aman untuk Ibu Hamil</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/Svo3q_ktmQI/AAAAAAAAAIY/IpR-jnsmNDs/s1600-h/ikan-ibu-hamil-dalam.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/Svo3q_ktmQI/AAAAAAAAAIY/IpR-jnsmNDs/s200/ikan-ibu-hamil-dalam.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b style="font-weight: normal;"&gt;Jakarta,&lt;/b&gt; Konsumsi ikan bagi ibu hamil sangat baik karena ikan merupakan sumber asam lemak omega 3 yang bagus untuk perkembangan saraf otak bayi. Tapi ibu hamil juga harus pintar memilih ikan apa yang baik untuk dikonsumsi saat hamil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak para ahli yang setuju bahwa perempuan yang sedang hamil harus memenuhi asupan ikan dalam makanannya untuk mencapai kesehatan yang baik serta pertumbuhan dan perkembangan janin yang optimal. Badan pengawas makanan dan obat AS (FDA) menyarankan sebaiknya perempuan hamil mengonsumsi setidaknya 12 sampai 14 ons (2 sampai 3 porsi) ikan per minggu.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seperti diketahui omega 3 sangat penting dalam perkembangan saraf otak janin dan cara yang paling mudah untuk mendapatkannya adalah melalui konsumsi ikan secara teratur. Membatasi atau kurangnya asupan ikan yang masuk ke dalam tubuh dapat merugikan perkembangan mental anak itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah penelitian ditemukan bahwa ibu yang makan sedikitnya 3 porsi ikan per minggu selama hamil ternyata memberikan hasil yang baik pada beberapa tes mengenai fungsi mental dari si anak setelah lahir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, ada juga penelitian lain yang dilakukan oleh Dr Emily Oken dari Harvard Pilgrim Health Care di Boston, AS yang memeriksa keseimbangan antara keuntungan dan risiko kontaminasi jika mengonsumsi ikan selama hamil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata didapatkan ibu yang mengonsumsi ikan dengan kadar merkuri rendah sebanyak 2 kali seminggu memberikan hasil tes yang bagus pada anaknya, bahkan jika sang ibu hanya makan ikan dalam kalengan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Perempuan yang mengonsumsi ikan sekitar 14 ons per minggu, rata-rata memiliki perkembangan yang lebih baik sebesar 30 persen dalam hal kemampuan motorik dan hasil tes kognitifnya," ujar Dr Emily Oken, seperti dikutip dari &lt;i&gt;Babycenter&lt;/i&gt;, Selasa (10/11/2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disarankan bagi ibu-ibu hamil agar mengonsumsi ikan yang rendah kadar merkurinya, karena jika kadar merkuri terlalu tinggi bisa membahayakan perkembangan otak bayi itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu hamil sebaiknya menghindari ikan todak, king mackerel, tilefish dan ikan kakap karena mengandung kadar merkuri yang lebih tinggi. Tapi bagi ibu hamil disarankan untuk mengonsumsi ikan salmon, sarden, ikan kembung dan ikan air tawar karena kandungan merkurinya rendah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain yang harus diperhatikan oleh ibu hamil dalam mengonsumsi ikan adalah memasak ikan tersebut hingga benar-benar matang, untuk itu sebaiknya hindari mengonsumsi sushi atau makanan lain yang mengandung ikan mentah. Serta diusahakan ibu hamil tidak mengonsumsi jenis ikan yang sama dalam waktu satu minggu. Jadi tidak mengonsumsi ikan selama hamil bukanlah pilihan yang tepat, tapi cermatlah dalam memilih ikan apa yang akan dikonsumsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : health.detik.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7772596526293522505-8347377595077414807?l=pustakaartikel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/feeds/8347377595077414807/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/2009/11/pilihan-ikan-yang-aman-untuk-ibu-hamil.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7772596526293522505/posts/default/8347377595077414807'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7772596526293522505/posts/default/8347377595077414807'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/2009/11/pilihan-ikan-yang-aman-untuk-ibu-hamil.html' title='Pilihan Ikan yang Aman untuk Ibu Hamil'/><author><name>Pustaka Karya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://3.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SuOCaHhVMoI/AAAAAAAAABA/aOEOURsbUBA/S220/garuda_pancasila.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/Svo3q_ktmQI/AAAAAAAAAIY/IpR-jnsmNDs/s72-c/ikan-ibu-hamil-dalam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7772596526293522505.post-2531717361837798552</id><published>2009-11-11T11:00:00.000+07:00</published><updated>2009-11-11T11:00:03.651+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Vera Farah Bararah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bronchiolitis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anak dan Balita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><title type='text'>Asap Kayu Bakar Picu Bronchiolitis Pada Bayi</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/Svo2fQo_KOI/AAAAAAAAAIQ/OXOCleG0QEE/s1600-h/bayi-bronchiolitis-dalam.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/Svo2fQo_KOI/AAAAAAAAAIQ/OXOCleG0QEE/s200/bayi-bronchiolitis-dalam.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b style="font-weight: normal;"&gt;Columbia,&lt;/b&gt; Polusi udara akibat kayu atau hutan yang terbakar saat ini seringkali terjadi. Tapi penting untuk diketahui bahwa hal ini bisa menjadi faktor risiko terjadinya bronchiolitis yang menyebabkan bayi dirawat di rumah sakit pada tahun pertama kehidupannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bronchiolitis adalah infeksi akut saluran pernapasan bagian bawah yang sebagian besar mempengaruhi anak-anak di bawah usia 1 sampai 2 tahun. Kondisi pernapasan ini awalnya terlihat seperti flu biasa namun lama kelamaan bisa menjadi parah. Hal ini dapat disebabkan oleh virus atau juga bisa akibat pembakaran tidak sempurna.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;"Bayi yang sering terpapar pembakaran kayu tidak sempurna cenderung lebih sering masuk rumah sakit akibat terkena bronchiolitis," ujar Dr Catherine Karr, asisten profesor pediatri di University of Washington, seperti dikutip dari &lt;i&gt;HealthDay&lt;/i&gt;, Senin (9/11/2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karr menambahkan sampai saat ini belum banyak penelitian yang dilakukan untuk melihat efek dari polusi udara pada anak yang masih sangat kecil. Penelitian semacam ini biasanya berfokus pada anak-anak usia sekolah, dan masalah yang selalu dikaitkan adalah hubungan antara asma dengan polusi udara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karr dan rekannya menganalisis hampir 12.000 bayi yang terkena bronchiolitis di provinsi Columbia, Inggris. Dalam hal ini peneliti memeriksa pemaparan polutan udara seperti nitrat oksida, karbon monoksida dan partikel lainnya. Selain itu juga dilihat dari mana sumber polutan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Didapatkan bronchiolitis merupakan penyebab nomor satu atau yang paling bertanggung jawab terhadap 13 persen anak-anak kecil yang dirawat di rumah sakit pada tahun pertama kehidupannya," ungkap Karr.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Penelitian ini mencakup beberapa temuan bahwa asap dari kayu yang dibakar dapat mengiritasi sistem pernapasan dan telah terbukti memiliki efek kesehatan buruk pada paru-paru anak-anak,” ujar George Thurston, direktur Particulate Matter Health Effects Research Center di New York.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thurston juga menambahkan asap kayu memiliki dampak terbesar terhadap kesehatan paru-paru, sedangkan bahan bakar fosil memiliki dampak kesetahan terbesar terhadap kesehatan jantung karena lebih banyak mengandung logam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu sebaiknya menghindari penggunaan kayu bakar dalam peralatan sehari-hari agar tidak menimbulkan polusi udara dan menghindari anak-anak kecil dari penyakit bronchiolitis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : health.detik.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7772596526293522505-2531717361837798552?l=pustakaartikel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/feeds/2531717361837798552/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/2009/11/asap-kayu-bakar-picu-bronchiolitis-pada.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7772596526293522505/posts/default/2531717361837798552'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7772596526293522505/posts/default/2531717361837798552'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/2009/11/asap-kayu-bakar-picu-bronchiolitis-pada.html' title='Asap Kayu Bakar Picu Bronchiolitis Pada Bayi'/><author><name>Pustaka Karya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://3.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SuOCaHhVMoI/AAAAAAAAABA/aOEOURsbUBA/S220/garuda_pancasila.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/Svo2fQo_KOI/AAAAAAAAAIQ/OXOCleG0QEE/s72-c/bayi-bronchiolitis-dalam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7772596526293522505.post-6518883202928886211</id><published>2009-11-11T10:49:00.000+07:00</published><updated>2009-11-11T10:49:42.491+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Vera Farah Bararah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kolesterol'/><title type='text'>Mengukur Kadar Kolesterol Lebih Mudah</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/Svoz8Euwn6I/AAAAAAAAAII/EuV2jqs0cjg/s1600-h/ukur-kolesterol-dalam.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/Svoz8Euwn6I/AAAAAAAAAII/EuV2jqs0cjg/s200/ukur-kolesterol-dalam.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Metode mengukur kadar kolesterol dalam darah untuk menentukan risiko dari penyakit vaskular (pembuluh darah) kini dapat lebih mudah dilakukan. Kini pasien cukup diukur tingkat kolesterol HDL (kolesterol baik) dalam darahnya atau dengan mengukur apolipoprotein, tak perlu lagi mengukur trigliserida.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apolipoprotein adalah suatu protein di dalam tubuh yang membantu transportasi kolesterol. Dalam pengukuran kadar apolipoprotein ini tidak perlu memperhatikan bentuk lain dari lemak dalam darah yang disebut dengan trigliserida.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;"Pengukuran ini merupakan kombinasi yang sangat ideal dalam mengukur risiko kardiovaskular," ujar John Danesh dari Emerging Risk Factors Collaboration Coordinating Centre di University of Cambridge, seperti dikutip dari &lt;i&gt;HealthDay&lt;/i&gt;, Rabu (11/11/2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peneliti menganalisis data lebih dari 300.000 orang yang ikut ambil bagian dari penelitian jangka panjang ini, untuk meneliti hubungan antara lemak darah dan apolipoprotein dengan penyakit jantung koroner dan stroke.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama studi ini peneliti mendapatkan hampir 8.900 orang mengalami serangan jantung non-fatal, 3.900 orang mengalami kematian penyakit jantung koroner, lebih dari 2.500 orang terkena stroke dan sekitar 2.500 orang menderita stroke yang tidak dapat diklasifikasikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari temuan ini didapatkan bahwa dengan mengukur kadar kolesterol baik atau apolipoprotein saja bisa digunakan untuk mengetahui risiko penyakit vaskular tersebut. Cara sebelumnya adalah dengan mengukur kadar trigliseridanya, namun pelaksanaannya tidak semudah menggunakan apolipoprotein atau mengukur HDL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, pengukuran trigliserida dalam darah untuk mengetahui kadar kolesterol tidak terlalu memberikan informasi tambahan mengenai risiko vaskular. Tapi pengukuran trigliserida ini bisa digunakan untuk mengetahui risiko pankreatitis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Analisis dengan menggunakan 300.000 orang telah membuktikan pengukuran lemak dalam darah untuk mengetahui risiko penyakit vaskular bisa disederhanakan dengan hanya mengukur kadar kolesterol baik (HDL) atau apolipoprotein saja," ungkap para peneliti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : health.detik.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7772596526293522505-6518883202928886211?l=pustakaartikel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/feeds/6518883202928886211/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/2009/11/mengukur-kadar-kolesterol-lebih-mudah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7772596526293522505/posts/default/6518883202928886211'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7772596526293522505/posts/default/6518883202928886211'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/2009/11/mengukur-kadar-kolesterol-lebih-mudah.html' title='Mengukur Kadar Kolesterol Lebih Mudah'/><author><name>Pustaka Karya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://3.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SuOCaHhVMoI/AAAAAAAAABA/aOEOURsbUBA/S220/garuda_pancasila.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/Svoz8Euwn6I/AAAAAAAAAII/EuV2jqs0cjg/s72-c/ukur-kolesterol-dalam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7772596526293522505.post-1605646023642286126</id><published>2009-11-11T02:39:00.000+07:00</published><updated>2009-11-11T02:39:47.127+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Suami Istri'/><title type='text'>Ragam Seni dan Posisi Bercinta (6)</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SvnBJrnTAlI/AAAAAAAAAIA/APq7JYsERUQ/s1600-h/b2d12e0fa67c70ab8ad751c31b1d92bb.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SvnBJrnTAlI/AAAAAAAAAIA/APq7JYsERUQ/s200/b2d12e0fa67c70ab8ad751c31b1d92bb.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;6. &lt;b&gt;Posisi "Mare"&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posisi ini seperti juga  posisi Pressing dan Twinning, memberikan kesempatan bagi wanita untuk  berperan aktif melakukan gerakan sensual. Berdayakan saja kekuatan pada  anggota tubuh seperti kaki, paha dan juga otot Mrs.V.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada posisi  ini, Anda duduk di pangkuannya dan membelakangi si dia. Saat melakukan  posisi ini, Anda akan mendominasi dalam menentukan seberapa dalam dan  cepat penetrasi yang dilakukan. Ya, posisi ini adalah posisi seksual  yang baik bagi Anda untuk mengkontraksikan otot Mrs.V.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Cengkeraman  otot vagina Anda ini akan memberikan kenikmatan puncak seksual yang  dahsyat bagi si dia. Karena pria akan merasakan remasan otot Mrs.V Anda  pada Mr.Pnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posisi MARE membantu Anda mendapatkan tusukan Mr.P  tepat berada di 'G-Spot' milik Anda. Sekedar informasi, G-Spot adalah  bagian dinding atas Mrs.V (mengarah ke perut). Letaknya sedalam  kira-kira 2.5 cm dari pintu lubang Mrs.V. Titik ini bila tersentuh akan  menimbulkan rasa seperti terkencing-kencing. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat berada di atas  pangkuannya dan punggung halus Anda ada di hadapan si dia sekarang,  mintalah si dia menyusuri lembut punggung Anda dengan tangan kekarnya.  Minta juga si dia memberikan pijatan lembut di bahu dan leher belakang  Anda, ini agar Anda bisa sedikit lebih rileks. Dari belakang, arahkan  juga tangannya yang lain untuk meremas lembut payudara Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(ebook Kamasutra/maya)&lt;br /&gt;Sumber : suaramerdeka.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7772596526293522505-1605646023642286126?l=pustakaartikel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/feeds/1605646023642286126/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/2009/11/ragam-seni-dan-posisi-bercinta-6.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7772596526293522505/posts/default/1605646023642286126'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7772596526293522505/posts/default/1605646023642286126'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/2009/11/ragam-seni-dan-posisi-bercinta-6.html' title='Ragam Seni dan Posisi Bercinta (6)'/><author><name>Pustaka Karya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://3.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SuOCaHhVMoI/AAAAAAAAABA/aOEOURsbUBA/S220/garuda_pancasila.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SvnBJrnTAlI/AAAAAAAAAIA/APq7JYsERUQ/s72-c/b2d12e0fa67c70ab8ad751c31b1d92bb.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7772596526293522505.post-3056069807964972487</id><published>2009-11-11T02:34:00.000+07:00</published><updated>2009-11-11T02:34:45.026+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Suami Istri'/><title type='text'>Ragam Seni dan Posisi Bercinta (5)</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SvnAMpj5vNI/AAAAAAAAAH4/z32jNp3Hsb8/s1600-h/b2d12e0fa67c70ab8ad751c31b1d92bb.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SvnAMpj5vNI/AAAAAAAAAH4/z32jNp3Hsb8/s200/b2d12e0fa67c70ab8ad751c31b1d92bb.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;5. &lt;strong&gt;Posisi Twinning&lt;/strong&gt; (Melingkar)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, posisi yang  paling umum dalam sebuah kegiatan intim bercinta adalah posisi pria  berada di atas. Pada posisi ini pria dianggap mendominasi dalam  berhubungan seks. Kamasutra mengajarkan posisi melilit atau melingkar  ini agar wanita juga diberi kesempatan untuk ikut aktif dalam kegiatan  intim bercinta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir sama dengan posisi menekan (pressing)  dengan memberi pelukan pada kaki si dia. Pada posisi twinning, kaki Anda  justru memeluk paha atau pinggangnya. Dengan lilitan ini, Anda dapat  menentukan ritme 'goyangan', bahkan wanita dapat juga menekan pria agar  memberikan penetrasi yang lebih dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(ebook Kamasutra/maya)&lt;br /&gt;Sumber : suaramerdeka.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7772596526293522505-3056069807964972487?l=pustakaartikel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/feeds/3056069807964972487/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/2009/11/ragam-seni-dan-posisi-bercinta-5.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7772596526293522505/posts/default/3056069807964972487'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7772596526293522505/posts/default/3056069807964972487'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/2009/11/ragam-seni-dan-posisi-bercinta-5.html' title='Ragam Seni dan Posisi Bercinta (5)'/><author><name>Pustaka Karya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://3.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SuOCaHhVMoI/AAAAAAAAABA/aOEOURsbUBA/S220/garuda_pancasila.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SvnAMpj5vNI/AAAAAAAAAH4/z32jNp3Hsb8/s72-c/b2d12e0fa67c70ab8ad751c31b1d92bb.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7772596526293522505.post-5507414779021939399</id><published>2009-11-11T02:31:00.000+07:00</published><updated>2009-11-11T02:31:51.142+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Suami Istri'/><title type='text'>Ragam Seni dan Posisi Bercinta (4)</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/Svm_bCoeHwI/AAAAAAAAAHw/FFNP-kWE_MM/s1600-h/b2d12e0fa67c70ab8ad751c31b1d92bb.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/Svm_bCoeHwI/AAAAAAAAAHw/FFNP-kWE_MM/s200/b2d12e0fa67c70ab8ad751c31b1d92bb.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;4. &lt;b&gt;Posisi Pressing &lt;/b&gt;(Menekan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posisi ini  memberi kesempatan pada Anda untuk 'menekan' si dia sesuai keinginan  Anda. Paha kiri bagian dalam (thighs) Anda dapat difungsikan untuk  memberi tekanan pada pasangan. Ini ditujukan agar otot Mrs.V Anda akan  terkontraksi. Kontraksi ini akan membantu Anda mendapatkan kenikmatan  dan mencapai orgasme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang pada pria, tekanan yang Anda lakukan  juga akan menimbulkan kenikmatan bagi si dia, karena merasakan  cengkeraman otot Mrs.V Anda. Oiya, selain kaki kiri, gunakan juga kaki  kanan Anda untuk memeluk (embrace) kakinya. Dengan sedikit menekan, maka  akan membantu si dia melakukan penetrasi lebih dalam.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saat dia  aktif 'menggoyang' Anda yang berada dibawahnya, Anda jangan malah pasif.  Berdayakan tangan halus Anda untuk membelai dada bidangnya, remas juga  lengan kekarnya. Perlahan naik ke atas, usap bahu kokohnya, telusuri  juga belakang lehernya dengan penuh kelembutan. Saya sarankan remas juga  rambut ikalnya, berikan sedikit pijatan lembut di kepalanya. Jaga terus  kontak mata Anda dengan pasangan, karena ini akan menciptakan gairah  dan keintiman Anda dan si dia. Trust me!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(ebook Kamasutra/maya)&lt;br /&gt;Sumber : suaramerdeka.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7772596526293522505-5507414779021939399?l=pustakaartikel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/feeds/5507414779021939399/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/2009/11/ragam-seni-dan-posisi-bercinta-4.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7772596526293522505/posts/default/5507414779021939399'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7772596526293522505/posts/default/5507414779021939399'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/2009/11/ragam-seni-dan-posisi-bercinta-4.html' title='Ragam Seni dan Posisi Bercinta (4)'/><author><name>Pustaka Karya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://3.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SuOCaHhVMoI/AAAAAAAAABA/aOEOURsbUBA/S220/garuda_pancasila.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/Svm_bCoeHwI/AAAAAAAAAHw/FFNP-kWE_MM/s72-c/b2d12e0fa67c70ab8ad751c31b1d92bb.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7772596526293522505.post-8774720157867638018</id><published>2009-11-11T02:27:00.000+07:00</published><updated>2009-11-11T02:27:38.813+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Suami Istri'/><title type='text'>Ragam Seni dan Posisi Bercinta (3)</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/Svm-hfPe-rI/AAAAAAAAAHo/PPx4ChT0EkQ/s1600-h/b2d12e0fa67c70ab8ad751c31b1d92bb.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/Svm-hfPe-rI/AAAAAAAAAHo/PPx4ChT0EkQ/s200/b2d12e0fa67c70ab8ad751c31b1d92bb.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;3. &lt;b&gt;Posisi Clasping &lt;/b&gt;(Membungkus)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posisi ini  mirip dengan memeluk. Bedanya, selain saling berpelukan, pada posisi ini  kaki Anda dan si dia saling mengait satu sama lain yang akan  menimbulkan keintiman yang lebih mendalam. Gosok lembut betisnya dengan  telapak kaki Anda, saling gosok ini akan membantu Anda dan si dia merasa  nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada ajaran Kamasutra, saat berhadapan dengan posisi  saling mengait ke arah samping, pasangan Anda akan berbaring dengan  menumpu kepala pada lengan kiri sedang Anda menopang tubuh dengan  bertumpu pada lengan kanan. Ini seperti dibaratkan Anda dan si dia  saling membungkus dengan tujuan memberi rasa nyaman, yang dapat  menimbulkan perasaan "tak tergesa-gesa".&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Posisi ini sangat baik  dilakukan saat akan dimulai tahap awal bercinta, dengan tujuan untuk  saling menyentuh satu sama lain. Sapulah lembut punggung dan wajah si  dia dengan telapak tangan Anda yang halus itu, agar tercipta keintiman  dan kenikmatan bercinta di antara kalian. Minta juga si dia untuk  meremas lembut pantat Anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, kelemahan pada posisi  mengait ini adalah penetrasi Mr.P ke dalam Mrs.V tak akan terlalu penuh  dan dalam, karena gerakan yang dilakukan agak sedikit terbatas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(ebook Kamasutra/maya)&lt;br /&gt;Sumber : suaramerdeka.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7772596526293522505-8774720157867638018?l=pustakaartikel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/feeds/8774720157867638018/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/2009/11/ragam-seni-dan-posisi-bercinta-3.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7772596526293522505/posts/default/8774720157867638018'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7772596526293522505/posts/default/8774720157867638018'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/2009/11/ragam-seni-dan-posisi-bercinta-3.html' title='Ragam Seni dan Posisi Bercinta (3)'/><author><name>Pustaka Karya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://3.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SuOCaHhVMoI/AAAAAAAAABA/aOEOURsbUBA/S220/garuda_pancasila.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/Svm-hfPe-rI/AAAAAAAAAHo/PPx4ChT0EkQ/s72-c/b2d12e0fa67c70ab8ad751c31b1d92bb.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7772596526293522505.post-115015070131412074</id><published>2009-11-11T02:23:00.000+07:00</published><updated>2009-11-11T02:23:59.648+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Suami Istri'/><title type='text'>Ragam Seni dan Posisi Bercinta (2)</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/Svm9iLyx0OI/AAAAAAAAAHg/EVoD8Zza_O4/s1600-h/fb04cb72d7da0f711f663370e03ee933.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/Svm9iLyx0OI/AAAAAAAAAHg/EVoD8Zza_O4/s200/fb04cb72d7da0f711f663370e03ee933.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;2. &lt;strong&gt;Posisi The Wife of Indra &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posisi istri dewa  Indra ini memberikan jalan bagi Mr.P untuk penetrasi penuh ke dalam  Mrs.V. Dibanding dengan posisi Yawning, posisi ini lebih memberikan rasa  nyaman bagi wanita, karena memungkinkan wanita untuk mengkontraksikan  otot Mrs.Vnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontraksi otot Mrs.V ini sangat penting, karena  membantu wanita menjadi lebih aktif mempercepat orgasme. Asiknya,  kontraksi otot Mrs.V disukai oleh banyak pria.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Lakukanlah secara  teratur senam kegel "jepit lepas" pada otot Mrs.V Anda. Latihan seperti  ini akan membantu otot Mrs.V Anda nantinya lebih mahir mencengkeram kuat  Mr.Pnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski terlihat mudah, posisi ini bisa begitu sulit  dilakukan jika Anda tak memiliki tubuh yang cukup lentur. Karena pada  posisi ini, Anda harus melipat kaki semaksimal mungkin sehingga paha  dapat menempel dan bahkan menekan payudara Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada posisi ini,  pria Anda akan menyandarkan tubuhnya pada kaki Anda yang menekuk. Angkat  sedikit pinggang Anda untuk membantu si dia melakukan penetrasi Mr.P ke  dalam Mrs.V Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat melakukan posisi ini, mintalah pria Anda  mengusap paha dan pantat Anda dengan mesra saat senggama. Ini untuk  membantu menciptakan rangsangan bagi Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mintalah juga padanya  untuk menyentuh dan membelai lembut payudara Anda. Tapi yang perlu  diingat, saat membelai payudara Anda, mintalah pada si dia agar tak  terlalu menekan keras saat menopang tubuhnya pada kaki Anda, karena  terlalu keras menekan kaki Anda malah membuat Anda merasa tak nyaman dan  tak menikmati belaiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ada banyak lagi ragam posisi bercinta yang ingin saya share di  sini. Sabar ya, tunggu bahasan saya selanjutnya esok hari ;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(ebook Kamasutra/maya)&lt;br /&gt;Sumber : suaramerdeka.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7772596526293522505-115015070131412074?l=pustakaartikel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/feeds/115015070131412074/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/2009/11/ragam-seni-dan-posisi-bercinta-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7772596526293522505/posts/default/115015070131412074'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7772596526293522505/posts/default/115015070131412074'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/2009/11/ragam-seni-dan-posisi-bercinta-2.html' title='Ragam Seni dan Posisi Bercinta (2)'/><author><name>Pustaka Karya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://3.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SuOCaHhVMoI/AAAAAAAAABA/aOEOURsbUBA/S220/garuda_pancasila.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/Svm9iLyx0OI/AAAAAAAAAHg/EVoD8Zza_O4/s72-c/fb04cb72d7da0f711f663370e03ee933.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7772596526293522505.post-9006044248846240195</id><published>2009-11-11T02:20:00.000+07:00</published><updated>2009-11-11T02:20:07.202+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Suami Istri'/><title type='text'>Ragam Seni dan Posisi Bercinta</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/Svm8uFJ2pvI/AAAAAAAAAHY/80dicDMHWbQ/s1600-h/fb04cb72d7da0f711f663370e03ee933.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/Svm8uFJ2pvI/AAAAAAAAAHY/80dicDMHWbQ/s200/fb04cb72d7da0f711f663370e03ee933.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Posisi menentukan kenikmatan. Ya, itulah kata kunci yang tepat dalam  sebuah kegiatan bercinta (making love). Dan Kamasutra pun mengajarkan  seni bercinta yang sangat tinggi agar Anda dan pasangan dapat menikmati  seks dengan penuh keseimbangan. Tak hanya sekedar memuaskan nafsu  bercinta tetapi juga menuangkan seni dalam bercinta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasan  berbagai posisi bercinta a la Kamasutra ini akan saya bahas &lt;i&gt;one by  one&lt;/i&gt;. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;b&gt;Posisi Yawning&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah  permainan atau kegiatan bercinta, posisi ini sudah sangat umum  dilakukan. Mungkin Anda atau pasangan pun telah cukup lihai dalam  menerapkan gaya ini dalam bercinta. Pada posisi ini, rebahkan tubuh Anda  menghadap ke atas langit-langit (Yawning). Dan pasangan Anda berada di  atas Anda, bertumpu pada kedua lengan dan tangan kekarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar  pasangan Anda tak kesulitan melakukan penetrasi ke dalam Mrs V Anda,  Anda harus membuka kaki selebar mungkin. Rendahkan kepala dan angkat  bagian tengah pinggang Anda ke atas, sehingga perut seperti membentuk  sebuah busur panah. Mintalah pasangan Anda memeluk bagian tengah tubuh  Anda. Ini untuk memudahkan si dia melakukan penetrasi ke dalam Mrs V. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai  variasi dari posisi ini, masih dalam posisi Anda berada di bawahnya,  tekuklah tubuh Anda dengan kaki tertarik mengarah ke atas mendekat ke  kepala si dia. Sebagai tumpuan tubuh Anda adalah lengan dan tangan yang  menopang pinggul Anda. Dengan melakukan posisi ini, si dia akan mampu  mengalami penetrasi terdalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Variasi lainnya, masih dari  posisi &lt;i&gt;Yawning&lt;/i&gt;, tekuklah kaki Anda menyentuh pada perut dan  dada Anda. Angkat juga sedikit pinggul Anda, ini untuk memudahkan si dia  melakukan penetrasi ke dalam Mrs.V Anda. Pada posisi ini telapak kaki  Anda akan menyentuh ke dada pasangan. Lakukan sedikit tekanan ke  dadanya, dan pasangan akan menahan tekanan kaki Anda pada dadanya.  Dengan gerakan maju mundur saat penetrasi, ini akan membantu  menstimulasi Mrs.V Anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mintalah pasangan untuk memberikan  pijatan pada pergelangan kaki Anda. Pijatan ini akan membuat Anda lebih  rileks dan agar Anda tak mengalami kram kaki. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam melakukan  posisi ini jangan lupa juga untuk selalu melakukan kontak mata (eye  contact) dengan pasangan. Tujuannya adalah agar terbangun keintiman  bersama di antara Anda dan pasangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penasaran dengan posisi  berikutnya?, simak terus kelanjutannya esok hari.. ;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(ebook  Kamasutra/maya)&lt;br /&gt;Sumber : suaramerdeka.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7772596526293522505-9006044248846240195?l=pustakaartikel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/feeds/9006044248846240195/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/2009/11/ragam-seni-dan-posisi-bercinta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7772596526293522505/posts/default/9006044248846240195'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7772596526293522505/posts/default/9006044248846240195'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/2009/11/ragam-seni-dan-posisi-bercinta.html' title='Ragam Seni dan Posisi Bercinta'/><author><name>Pustaka Karya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://3.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SuOCaHhVMoI/AAAAAAAAABA/aOEOURsbUBA/S220/garuda_pancasila.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/Svm8uFJ2pvI/AAAAAAAAAHY/80dicDMHWbQ/s72-c/fb04cb72d7da0f711f663370e03ee933.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7772596526293522505.post-5578385488601302905</id><published>2009-11-11T02:14:00.000+07:00</published><updated>2009-11-11T02:14:49.066+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Suami Istri'/><title type='text'>Wanita Pandai Tak Puas Nikmati Seks</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/Svm7W6mUM0I/AAAAAAAAAHQ/0GKRRlaf5XE/s1600-h/3d6758fa4f19228f728fbc6f01cad567.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/Svm7W6mUM0I/AAAAAAAAAHQ/0GKRRlaf5XE/s200/3d6758fa4f19228f728fbc6f01cad567.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Menjadi wanita karier tentu saja didamba oleh sebagian besar kaum  hawa. Tapi pandai dan berpendidikan tinggi ternyata tak lantas membuat  sebagian wanita itu menikmati seks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah survei pernah  dilakukan oleh sebuah majalah Life di Jerman. Dalam survei itu, sebanyak  2000 koresponden wanita dari usai 18 sampai 49 tahun dikumpulkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari  hasil survei diketahui, sejumlah 62 persen koresponden adalah wanita  dengan tingkat pendidikan tinggi yang mengaku tak puas dengan kehidupan  seks yang dijalaninya bersama pasangan.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sedang sisanya, sebanyak  32 persen koresponden dengan tingkat pendidikan yang lebih rendah  mengaku menikmati kehidupan seks mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, benarkah terlalu  banyak berpikir keras menguras isi otak membuat para wanita tak lagi  menikmati kegiatan intim mereka bersama pasangan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm..bisa jadi  iya. Karena itu, letakkanlah sejenak beban kerja dan nikmati saja  relaksasi tubuh saling berbagi keintiman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(konseling/maya)&lt;br /&gt;Sumber : suaramerdeka.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7772596526293522505-5578385488601302905?l=pustakaartikel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/feeds/5578385488601302905/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/2009/11/wanita-pandai-tak-puas-nikmati-seks.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7772596526293522505/posts/default/5578385488601302905'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7772596526293522505/posts/default/5578385488601302905'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/2009/11/wanita-pandai-tak-puas-nikmati-seks.html' title='Wanita Pandai Tak Puas Nikmati Seks'/><author><name>Pustaka Karya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://3.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SuOCaHhVMoI/AAAAAAAAABA/aOEOURsbUBA/S220/garuda_pancasila.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/Svm7W6mUM0I/AAAAAAAAAHQ/0GKRRlaf5XE/s72-c/3d6758fa4f19228f728fbc6f01cad567.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7772596526293522505.post-3651537139760942521</id><published>2009-11-11T01:42:00.000+07:00</published><updated>2009-11-11T01:42:27.231+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Suami Istri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><title type='text'>Bercinta Tiga Kali Sehari Menyehatkan</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SvmzqohmOXI/AAAAAAAAAG4/-mtq0J_Z3tQ/s1600-h/0a844eeb063c3f84008d5f476cff6681.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SvmzqohmOXI/AAAAAAAAAG4/-mtq0J_Z3tQ/s200/0a844eeb063c3f84008d5f476cff6681.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Jika Anda dan pasangan mampu melakukan hubungan seksual lebih dari  sehari, kenapa tak dilakukan saja? Namun biasanya keinginan untuk tidak  memaksakan berhubungan seks disebabkan karena Anda dan pasangan kerap  dihingggapi rasa sungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal menurut sumber dari Askmen.Com dan WebMD yang dikutip  Cybernews, semakin sering melakukan hubungan seksual dengan pasangan  akan berpengaruh baik pada kesehatan karena dapat merangsang  hormon-hormon dan sel-sel di dalam tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini beberapa tips umum agar Anda dan pasangan tak merasa  bosan, enggan atau malas melakukan kegiatan seksual secara berulang.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Jagalah stamina tubuh&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsumsilah makanan berkualitas serta vitamin dan mineral yang tepat  untuk tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Jagalah selalu rasa cinta yang bergelora&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila tak memiliki rasa cinta yang mendalam, agaknya hubungan seksual  akan cepat terasa hambar dan membosankan. Karena itulah jagalah selalu  api cinta pada pasangan agar tetap membara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Lakukan yang tak biasa saat berhubungan seks&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berciuman dan lantas berlanjut melakukan kegiatan intim bersama  kadang menimbulkan rasa bosan. Cobalah untuk memulainya dengan sebuah  foreplay. Lakukan juga gaya dan posisi di luar kebiasaan. Dijamin  kegiatan intim bersamanya tak lagi membosankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. Belajar banyak variasi dan posisi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti pada tips poin ketiga. Belajarlah untuk saling berekplorasi  dengan mencoba melakukan banyak variasi dan posisi bercinta. Tentu saja  ini akan membuat Anda dan pasangan semakin intim dan lebih bergairah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;5. Perdalam pengetahuan seks&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gali terus pengetahuan seks secara mendalam. Hal ini akan membantu  Anda dan pasangan saling mengerti dan memahami apa yang harus dilakukan  untuk saling membangkitkan gairah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;6. Selingan aktivitas yang membangkitkan gairah seks&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda bisa membaca ulasan delapan cara nakal puaskan pasangan. Lakukan  saja apa yang ingin Anda dan pasangan inginkan bersama. Jangan malu  atau sungkan. Berani menjadi nakal akan membuatnya semakin bergairah  pada Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;7. Siapkan kondisi mental dan psikologis&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bercinta dalam kondisi stres atau banyak pikiran dijamin tak akan  membuat Anda dan pasangan menikmati kegiatan intim bersama. Buatlah  situasi dan kondisi yang mendukung aktivitas Anda berdua. Ciptakan  nuansa seperti pertama kali berbulan madu dengannya. Carilah tempat dan  suasana yang nyaman, aman dan bebas dari gangguan lingkungan sekitar.&lt;br /&gt;(inlh/maya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : suaramerdeka.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7772596526293522505-3651537139760942521?l=pustakaartikel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/feeds/3651537139760942521/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/2009/11/bercinta-tiga-kali-sehari-menyehatkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7772596526293522505/posts/default/3651537139760942521'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7772596526293522505/posts/default/3651537139760942521'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/2009/11/bercinta-tiga-kali-sehari-menyehatkan.html' title='Bercinta Tiga Kali Sehari Menyehatkan'/><author><name>Pustaka Karya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://3.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SuOCaHhVMoI/AAAAAAAAABA/aOEOURsbUBA/S220/garuda_pancasila.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SvmzqohmOXI/AAAAAAAAAG4/-mtq0J_Z3tQ/s72-c/0a844eeb063c3f84008d5f476cff6681.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7772596526293522505.post-4045350905188383823</id><published>2009-11-10T02:18:00.000+07:00</published><updated>2009-11-10T02:18:22.091+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jaloe'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tutorial Blogspot'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Internet'/><title type='text'>Mengatur Font dan Warna</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="color: #0080ff;"&gt;Tutorial Blogger&amp;nbsp; Bab 1 bag 7&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain menambah beberapa asesories elemen halaman ke dalam blog.  Kemudahan yang lain dalam new blogger adalah mengatur atau menganti  warna halaman blog, judul&amp;nbsp; blog , warna text , jenis text dan ukurannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; Untuk itu dalam halaman &lt;strong&gt;Template&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;  buka tab &lt;strong&gt;Font dan Warna&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://lh3.google.com/jaloee/R5iQ3ZlNg6I/AAAAAAAAAtw/LThNC7_X1jc/014"&gt;&lt;img alt="" height="65" src="http://lh5.google.com/jaloee/R5iQ45lNg7I/AAAAAAAAAt4/YOoHxLuen6A/01_thumb2" width="350" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian akan terbuka jendela  font dan warna. enaknya , setiap kita merubah warna maka akan terlihat  langsung perubahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;pilih salah satu elemen yang akan kita  ganti warnanya .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://lh5.google.com/jaloee/R5iQ65lNg8I/AAAAAAAAAuA/VbaKmUfgUTc/023"&gt;&lt;img alt="" height="124" src="http://lh3.google.com/jaloee/R5iQ8ZlNg9I/AAAAAAAAAuI/INwYkigr9eg/02_thumb1" width="210" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian di samping kanan klik  dan pilih warna yang kita suka. baik itu langsung memilih warnanya atau  bisa juga mengeditnya dengan secara kode hexa warna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://lh3.google.com/jaloee/R5iQ-ZlNg-I/AAAAAAAAAuQ/ieiWlwAzKoQ/034"&gt;&lt;img alt="" height="83" src="http://lh3.google.com/jaloee/R5iRAZlNg_I/AAAAAAAAAuY/FDsDCJlPD0M/03_thumb2" width="350" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kembali ke default  template &lt;/strong&gt;: klik tulisan ini, jika ingin kembali pada pengaturan  templates aslinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kocok warna blog&lt;/strong&gt; : jika  susah untuk mencari padanan warna yang pas antar elemen, klik saja  tulisan ini untuk dicarikan dan di pilih warnanya otomatis&amp;nbsp; secara acak.&lt;br /&gt;Memilih font text dan Mengatur ukurannya.&lt;br /&gt;geser jendelanya ke  bawah, pilih salah satu font&amp;nbsp; yang akan kita ganti atau rubah. misalkan  font text atau Font Judul Blog.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://lh5.google.com/jaloee/R5iRB5lNhAI/AAAAAAAAAug/yKK0hULOCvg/043"&gt;&lt;img alt="" height="126" src="http://lh3.google.com/jaloee/R5iRDZlNhBI/AAAAAAAAAuo/qCUDTdoMz3c/04_thumb1" width="211" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping kanan di bawah tulisan  &lt;strong&gt;pilih sebuah font untuk Font Teks&lt;/strong&gt;.Pilihlah jenis font  yang kita inginkan dengan cara menandai atau mengisi bulatan kecil. &lt;br /&gt;pilih  &lt;strong&gt;Tebal&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;Miring&lt;/strong&gt; untuk mempertebal  font atau miring . &lt;br /&gt;klik tulisan &lt;strong&gt;lebih kecil,&lt;/strong&gt;&amp;nbsp; untuk  mengecilkan ukuran font atau sebaliknya klik &lt;strong&gt;lebih besar.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://lh4.google.com/jaloee/R5iREplNhCI/AAAAAAAAAuw/DHGN85hnghc/058"&gt;&lt;img alt="" height="99" src="http://lh5.google.com/jaloee/R5iRF5lNhDI/AAAAAAAAAu4/BQwDQj4SPuY/05_thumb4" width="350" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Simpan Perubahan : &lt;/strong&gt;Jika  ingin merubahnya.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bersihkan Edit :&lt;/strong&gt;&amp;nbsp; Jika tidak  ingin merubahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&amp;nbsp; &lt;a href="http://catalog-tutorial.blogspot.com/"&gt;catalog-tutorial.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7772596526293522505-4045350905188383823?l=pustakaartikel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/feeds/4045350905188383823/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/2009/11/mengatur-font-dan-warna.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7772596526293522505/posts/default/4045350905188383823'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7772596526293522505/posts/default/4045350905188383823'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/2009/11/mengatur-font-dan-warna.html' title='Mengatur Font dan Warna'/><author><name>Pustaka Karya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://3.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SuOCaHhVMoI/AAAAAAAAABA/aOEOURsbUBA/S220/garuda_pancasila.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7772596526293522505.post-8335521770209140932</id><published>2009-11-10T01:37:00.001+07:00</published><updated>2009-11-10T01:41:02.568+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jaloe'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tutorial Blogspot'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Internet'/><title type='text'>Mengenal dan Menambah Halaman Elemen</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;span style="color: #0080ff;"&gt;Tutorial Blogger Bab 1  bag 5&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elemen Halaman selain memprcantik dan  menambah berbagai asesoris di  blog kita, juga merupakan fasilitas untuk  memperkaya wawasan dan penampilan blog itu sendiri. seperti pemasangan   label, arsip, shoubox, daftar link, photo, video dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk  menambah halaman elemen ke dalam blog kita. pertama : klik Tab &lt;b&gt;Template&lt;/b&gt;  -&amp;gt; &lt;b&gt;Halaman Elemen&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://lh3.google.com/jaloee/R5iMrZlNgKI/AAAAAAAAAnw/6AGroWmqzI0/054"&gt;&lt;img alt="" height="104" src="http://lh5.google.com/jaloee/R5iMs5lNgLI/AAAAAAAAAn4/yL4NB8bpr0g/05_thumb2" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bisa juga membukanya lewat :&lt;br /&gt;/ &lt;i&gt;jika kita dalam halaman kontrol panel  tekan tulisan&lt;/i&gt; &lt;b&gt;Layout  &lt;/b&gt;/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://lh6.google.com/jaloee/R5iMvJlNgMI/AAAAAAAAAoA/p0ScoCPJGV0/PanelControl01_thumb5_thumb25"&gt;&lt;img alt="PanelControl01_thumb5_thumb2" height="102" src="http://lh5.google.com/jaloee/R5iMw5lNgNI/AAAAAAAAAoI/x8-I7-8vdws/PanelControl01_thumb5_thumb2_thumb2" width="300" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;/ &lt;i&gt;jika kita dalam halaman  blog tekan tulisan&lt;/i&gt; &lt;b&gt;Kostumisasi &lt;/b&gt;di bagian atas  halaman blog, yang di sebut dengan Navbar&lt;b&gt; &lt;/b&gt;/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://lh3.google.com/jaloee/R5iMyZlNgOI/AAAAAAAAAoQ/bgpPbZJVNJU/navbar035"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="30" src="http://lh5.google.com/jaloee/R5iMz5lNgPI/AAAAAAAAAoY/eIl_xvU6xrM/navbar03_thumb3" width="364" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maka akan  terlihat Halaman Elemen seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://lh3.google.com/jaloee/R5iM1ZlNgQI/AAAAAAAAAog/8O98k1gTe3o/024"&gt;&lt;img alt="" height="183" src="http://lh6.google.com/jaloee/R5iM3JlNgRI/AAAAAAAAAoo/v4OpMZ16pOE/02_thumb2" width="350" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Header&lt;/b&gt; :  merupakan elemen untuk  judul dan keterangan blog. dan  kitapun bisa  menambah atau menganti judul dan menambah  sebuah gambar . ( lebih  lanjut akan kita bahas. )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Postingan Blog&lt;/b&gt;  :  merupakan elemen postingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Elemen Sidebar : &lt;/b&gt;merupakan  elemen halaman yang ada di samping kanan atau kiri postingan blog.  elemen inilah yang berfungsi untuk mempercantik dan memperkaya tampilan  blog kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Footer &lt;/b&gt;: merupakan elemen halaman  yang berada di bagian paling bawah blog.  fungsinya hampir sama dengan  elemen sidebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;ELEMEN HALAMAN SIDEBAR&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk melihat,  mengenal dan menambah halaman elemen, klik pada tulisan &lt;b&gt;Tambahkan  Sebuah Elemen Halaman  &lt;/b&gt;yang di samping. dan akan muncul  jendela baru  elemen halaman untuk kita pilih dan tambahkan ke dalam  blog kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tampilan slide&lt;/b&gt; : untuk menambahkan  photo-photo yang akan di tampilkan secara  slide.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Polling&lt;/b&gt;  : Untuk mengumpulkan pendapat atau polling, baik itu input kepada  pengunjung tentang penilain blog kita dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Daftar&lt;/b&gt;  : untuk membuat daftar ke halaman blog kita. baik itu tentang daftar  cara memasak nasi goreng dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Daftar Link&lt;/b&gt; :  Untuk menampilkan link-link situs favorit, juga link situs teman atau  tetangga ngeblog ( yang sering di sebut dengan istilah tukeran link.  artinya link blog teman ada di blog kita. begitupun alamat blog kita ada  di tempat teman. )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Gambar&lt;/b&gt; : untuk menampilkan  gambar atau photo di bagian halaman sidebar, atau di samping kolom blog  kita. ( sekedar tip:  masukan photo yang lebarnya kurang dari ukuran  halaman sidebar.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Teks&lt;/b&gt; : Untuk menampilkan  pesan, kata-kata bijak dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Adsense&lt;/b&gt; : Untuk  Memasang iklan dari google. setiap pengunjung menekan iklan ini. kita  akan di bayar oleh pihak google. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;HTML/JavaScript&lt;/b&gt;  : Elemen ini sangat multi fungsi dan sangat berperan penuh untuk  mempercantik dan memperkaya blog. karena melalui elemen ini, kita bisa  menampikan shoutbox, site meter dll. ( nantinya elemen ini banyak di  gunakan )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Feed&lt;/b&gt; : kegunaan elemen ini. Jika kita  ingin berlanganan artikel atau menampilkan judul artikel yang  ingin di  tampilkan di dalam blog kita. ( keterangan lebih lanjut tentang Feed  akan kita bahas. )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Label&lt;/b&gt; : untuk menampilkan  label atau kategorie artikel yang kita tulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Newsreel&lt;/b&gt;  : untuk menampilkan Headlines berita-berita terbaru yang di pasok dari  perusahaan google.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Baris Video&lt;/b&gt; : untuk  menampilkan baris video, baik itu video karya sendiri yang di kirim  melalui YouTube atau Google video. atau karya orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Logo&lt;/b&gt;  : merupakan logo blogger.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Profil&lt;/b&gt; : menampilkan  informasi profile kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Header Halaman&lt;/b&gt; :  merupakan elemen halaman judul dan keterangan blog kita yang secara  otomatis telah di tambahkan dan bisa kita edit sesuai ke inginan kita (  lebih lanjut akan kita bahas. )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;MENAMBAH ELEMEN LABEL&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk  latihan kita akan menambahkan sebuah elemen halaman label, untuk itu di  bawah judul Elemen halaman Label klik tulisan &lt;b&gt;Tambahkan Ke  Blog.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://lh3.google.com/jaloee/R5iM4ZlNgSI/AAAAAAAAAow/8unD_w_2sp0/033"&gt;&lt;img alt="" height="106" src="http://lh3.google.com/jaloee/R5iM5ZlNgTI/AAAAAAAAAo4/wGYE1qr7aJs/03_thumb1" width="227" /&gt;&lt;/a&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah jendela label terbuka  namai kotak judul dengan Label atau kategorie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://lh4.google.com/jaloee/R5iM6plNgUI/AAAAAAAAApA/REmZH9g6KGQ/044"&gt;&lt;img alt="" height="56" src="http://lh5.google.com/jaloee/R5iM75lNgVI/AAAAAAAAApI/xIV1P5l28d8/04_thumb2" width="300" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu klik &lt;b&gt;Simpan  Perubahan.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Lakukan latihan menambahkan elemen Arsip ke  dalam blog. dengan cara seperti di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;MENAMBAH DAFTAR LINK&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sedangkan untuk menambahkan &lt;b&gt;Daftar Link, &lt;/b&gt;setelah  terbuka jendela daftar link.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://lh6.google.com/jaloee/R5iM9JlNgWI/AAAAAAAAApQ/9Ti1o50Ar5s/054"&gt;&lt;img alt="" height="169" src="http://lh3.google.com/jaloee/R5iM-ZlNgXI/AAAAAAAAApY/xBgfpJJWkRE/05_thumb2" width="350" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Judul&lt;/b&gt; : Isi  dengan sebuah judul, misalkan Blog Teman atau Blogroll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Menyortir&lt;/b&gt;  : Apakah daftar link akan di tampilkan secara berurutan dari mulai A  sampai Z, atau secara acak tidak bebrurutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Url Situs  Baru&lt;/b&gt; : Masukan alamat situs teman kita. misalkan memasukan  situs ini :  &lt;b&gt;&lt;a href="http://catalog-tutorial.blogspot.com/"&gt;http://Catalog-Tutorial.blogspot.com&lt;/a&gt;.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;* &lt;/b&gt;alamat Url atau situs di awali dengan http://  atau www.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Nama Situs Baru&lt;/b&gt; : Masukan nama situs  tersebut. misalkan &lt;b&gt;Catalog-Tutorial.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tambahkan  Link : &lt;/b&gt;Klik tombol ini setiap kita menulis dan menambahkan  daftar link.&lt;br /&gt;Setelah beres klik tombol &lt;b&gt;Simpan Perubahan&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;Untuk mengetahui perubahannya pada blog kita klik &lt;b&gt;Simpan, &lt;/b&gt;kemudian  klik tulisan &lt;b&gt;Lihat Blog. &lt;/b&gt;seperti gam di bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://lh4.google.com/jaloee/R5iM_plNgYI/AAAAAAAAApg/YlBBgnI5_zU/16_thumb1_thumb13" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="16_thumb[1]_thumb[1]" height="23" src="http://lh4.google.com/jaloee/R5iNAplNgZI/AAAAAAAAApo/-hube2nUwJw/16_thumb1_thumb1_thumb1" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href="http://catalog-tutorial.blogspot.com/"&gt;catalog-tutorial.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7772596526293522505-8335521770209140932?l=pustakaartikel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/feeds/8335521770209140932/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/2009/11/mengenal-dan-menambah-halaman-elemen.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7772596526293522505/posts/default/8335521770209140932'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7772596526293522505/posts/default/8335521770209140932'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/2009/11/mengenal-dan-menambah-halaman-elemen.html' title='Mengenal dan Menambah Halaman Elemen'/><author><name>Pustaka Karya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://3.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SuOCaHhVMoI/AAAAAAAAABA/aOEOURsbUBA/S220/garuda_pancasila.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7772596526293522505.post-8828416635683194531</id><published>2009-11-10T01:21:00.000+07:00</published><updated>2009-11-10T01:21:03.706+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jaloe'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tutorial Blogspot'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Internet'/><title type='text'>Mengedit , Mengatur dan Menambah Label</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;span style="color: #0080ff;"&gt;Tutorial Blogger Bab1  bag 4&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tulisan sebelumnya kita sudah tahu  bagaimana memasukan label dalam artikel . Sekarang bagaimana jika kita  ingin mengedit  menambah atau mengatur  label pada beberapa artikel  sekaligus.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; Untuk melakukannya  klik  tab &lt;b&gt;Posting&lt;/b&gt;  -&amp;gt; &lt;b&gt;Edit Posts.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://lh6.google.com/jaloee/R5iLVJlNgAI/AAAAAAAAAmg/21l_17ogZC8/014"&gt;&lt;img alt="" height="85" src="http://lh5.google.com/jaloee/R5iLW5lNgBI/AAAAAAAAAmo/kK8SJQvtsnQ/01_thumb2" width="301" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;/ &lt;i&gt;Atau jika kita dalam halaman  kontrol panel  tekan tulisan&lt;/i&gt; &lt;b&gt;Post &lt;/b&gt;/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://lh4.google.com/jaloee/R5iLYplNgCI/AAAAAAAAAmw/TU2B8Q4w4D0/PanelControl01_thumb55"&gt;&lt;img alt="PanelControl01_thumb5" height="102" src="http://lh4.google.com/jaloee/R5iLaplNgDI/AAAAAAAAAm4/KCs1srhBwU0/PanelControl01_thumb5_thumb2" width="300" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Maka akan terbuka halaman &lt;b&gt;Edit  Post&lt;/b&gt; atau kita namakan saja halaman label.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://lh6.google.com/jaloee/R5iLcJlNgEI/AAAAAAAAAnA/qJX1-S8koCk/024"&gt;&lt;img alt="" height="155" src="http://lh3.google.com/jaloee/R5iLdZlNgFI/AAAAAAAAAnI/yru9a-xsdAs/02_thumb2" width="350" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping kiri merupakan  nama-nama label, sedangkan di samping kanan merupakan tulisan  yang di  beri label. ditandai dengan tulisan berwarna hijau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk  menambah label. pertama kita cek atau tandai dulu kotak kecil di  samping, kemudian buka ComboBox yang ada tulisan &lt;b&gt;Aksi Label&lt;/b&gt;  . dan jika ingin menambah label baru klik saja tulisan &lt;b&gt;Label  Baru.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://lh4.google.com/jaloee/R5iLeplNgGI/AAAAAAAAAnQ/-qASLdZbKbQ/033"&gt;&lt;img alt="" height="200" src="http://lh6.google.com/jaloee/R5iLgJlNgHI/AAAAAAAAAnY/cb8ShlmcALs/03_thumb1" width="199" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan untuk menganti,  menghilangkan atau mengedit label caranya sama,  tandai dulu judul  tulisan yang akan kita edit kemudian dalam ComboBox klik nama label yang  akan kita hapus di bawah tulisan &lt;b&gt;Hapus Label.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kegunaan  Label.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Label sendiri  berfungsi untuk mengelompokan  tulisan kita ke dalam tema atau bidang tertentu.&lt;br /&gt;label  akan   terlihat biasanya di bawah artikel.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;atau bisa juga kita  melihatnya di samping kolom sisi halaman blog atau yang di kenal dengan  Sidebar elemen label.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://lh3.google.com/jaloee/R5iLhZlNgII/AAAAAAAAAng/QS3wl9_IB7E/043"&gt;&lt;img alt="" height="143" src="http://lh4.google.com/jaloee/R5iLiplNgJI/AAAAAAAAAno/N-yjX4DjT_0/04_thumb1" width="140" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana cara memasangnya ke  dalam halaman blog, bisa kita baca dalam tulisan Mengenal Halaman  elemen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&amp;nbsp; &lt;a href="http://catalog-tutorial.blogspot.com/"&gt;catalog-tutorial.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7772596526293522505-8828416635683194531?l=pustakaartikel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/feeds/8828416635683194531/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/2009/11/mengedit-mengatur-dan-menambah-label.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7772596526293522505/posts/default/8828416635683194531'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7772596526293522505/posts/default/8828416635683194531'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/2009/11/mengedit-mengatur-dan-menambah-label.html' title='Mengedit , Mengatur dan Menambah Label'/><author><name>Pustaka Karya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://3.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SuOCaHhVMoI/AAAAAAAAABA/aOEOURsbUBA/S220/garuda_pancasila.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7772596526293522505.post-8716381677318693926</id><published>2009-11-10T01:02:00.002+07:00</published><updated>2009-11-10T01:10:04.205+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jaloe'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tutorial Blogspot'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Internet'/><title type='text'>Mengenal dan Memahami Editor Blogger</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;span style="color: #0080ff;"&gt;Tutorial Blogger Bab 1  bag 3&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tutorial awal, kita telah membahas  selintas tentang  editor di blogger. namun pada tutor kali ini, kita  akan mengetahuinya  lebih jauh lagi. &lt;br /&gt;untuk itu dalam &lt;b&gt;Tab&lt;/b&gt;  -&amp;gt; tekan tulisan -&amp;gt; &lt;b&gt;Posting&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://lh5.google.com/jaloee/R5iJH5lNfyI/AAAAAAAAAkw/xaFXrGLtwOo/017"&gt;&lt;img alt="" height="65" src="http://lh3.google.com/jaloee/R5iJJZlNfzI/AAAAAAAAAk4/bWRl0qXG4Vw/01_thumb3" width="300" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maka akan terbuka layar text  editor seperti di bawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://lh5.google.com/jaloee/R5iJK5lNf0I/AAAAAAAAAlA/vkkNN1-lJ4s/044"&gt;&lt;img alt="" height="243" src="http://lh6.google.com/jaloee/R5iJMJlNf1I/AAAAAAAAAlI/0vlL9beV07I/04_thumb2" width="400" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemudian tekan &lt;b&gt;Tab&lt;/b&gt;  -&amp;gt; &lt;b&gt;Compose&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;Pada dasarnya layar kerja editor  ini cukup  mudah untuk di kenali,  untuk mengetahui fungsi-funsinya  dekat kan saja mouse kita pada salah satu tool, maka akan muncul  keterangan fungsinya. seperti mempertebal hurup, mewarnai tulisan,  perataan kalimat dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://lh3.google.com/jaloee/R5iJNZlNf2I/AAAAAAAAAlQ/yG4NyyjG0nQ/023"&gt;&lt;img alt="" height="58" src="http://lh3.google.com/jaloee/R5iJOZlNf3I/AAAAAAAAAlY/S20R6dV9ll8/02_thumb1" width="56" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan yang akan  kita bahas  pada tutorial kali ini,  adalah cara membuat link dalam tulisan kita,  cara menyisipkan gambar, cara membuat kategorie tulisan , dan cara  merubah tanggal postingan ( jika itu memang di perlukan ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;MEMBUAT LINK&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membuat link dalam tulisan kita, &lt;br /&gt;&lt;b&gt;pertama&lt;/b&gt;  : sorot atau pilih text yang akan kita berikan link. &lt;b&gt;kedua&lt;/b&gt; : tekan tombol link. &lt;b&gt;ketiga&lt;/b&gt; : pada kotak dialog yang muncul berikan alamat  url link yang akan kita tuju. seperti ilustrasi gambar berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://lh5.google.com/jaloee/R5iJP5lNf4I/AAAAAAAAAlg/ln6HNIfFcUE/034"&gt;&lt;img alt="" height="274" src="http://lh4.google.com/jaloee/R5iJRplNf5I/AAAAAAAAAlo/UrBmC0xaWow/03_thumb2" width="350" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Alamat Url di awali  dengan http:// atau www.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;MENYISIPKAN GAMBAR&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk  menyisipkan gambar tekan tombol Tambahkan Gambar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://lh5.google.com/jaloee/R5iJS5lNf6I/AAAAAAAAAlw/9B-Bl2zkr2g/gam048"&gt;&lt;img alt="gam 04" border="0" height="34" src="http://lh6.google.com/jaloee/R5iJUJlNf7I/AAAAAAAAAl4/ayTdpUIp9So/gam04_thumb4" width="30" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu akan terbuka  jendela &lt;b&gt;Upload Gambar.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://lh5.google.com/jaloee/R5iJV5lNf8I/AAAAAAAAAmA/uPJt2XP2tTE/049"&gt;&lt;img alt="" height="300" src="http://lh3.google.com/jaloee/R5iJXZlNf9I/AAAAAAAAAmI/n5FLUEgw6Og/04_thumb5" width="400" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua cara untuk menambah  gambar ke dalam artikel kita :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pertama&lt;/b&gt; :   Menambah Gambar dari komputer kita caranya -&amp;gt; tekan tombol &lt;b&gt;Browse  , &lt;/b&gt;kemudian cari gambar di komputer kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kedua&lt;/b&gt;  : Menambah gambar dari web lain, atau server tempat menyimpan gambar  seperti photobucket. com ( kita akan menjelaskannya pd artikel, meyimpan  gambar di photobucket).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pilih Sebuah layout.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Menjelaskan posisi gambar pada tulisan, apakah posisi ganbarnya di  samping kiri , kanan atau di atas Tulisan ( paragraf ) . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ukuran  Gambar&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Menjelaskan apakah ukuran gambar mau di  kecilkan, sedang atau di perbesar.&lt;br /&gt;jika telah merasa yakin dengan  pengaturan gambar, tekan tulisan &lt;b&gt;Upload Gambar&lt;/b&gt; .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tip&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Kalau kita merasa sedikit paham dengan penulisan Html, lebih  baik kita pilih penulisan dalam &lt;b&gt;Edit Html&lt;/b&gt;.  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Selalu  aktifkan tombol &lt;b&gt;Salah Ejaan&lt;/b&gt;.  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jangan pilih  gambar ukuran besar, pilih saja ukuran menengah, itu sudah cukup untuk  menjaga resolusi dan kualitas gambar.  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;beberapa shortcuts,  untuk menulis  cepat di editor blogger. &lt;b&gt;control + b&lt;/b&gt; = Bold &lt;b&gt;Control = i&lt;/b&gt; =  italic &lt;b&gt;Control + l&lt;/b&gt; = Blockquote (mode only HTML) &lt;b&gt;control + z&lt;/b&gt; =  undo &lt;b&gt;control + y&lt;/b&gt; = restore &lt;b&gt;Control + shift&lt;/b&gt; +&lt;b&gt; a&lt;/b&gt; = link &lt;b&gt;Control + shift + p&lt;/b&gt; = Preview &lt;b&gt;Control + d&lt;/b&gt; = Save as Draft &lt;b&gt;Control + s &lt;/b&gt;= publis Post&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;MEMBUAT LABEL&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membuat label atau kategorie pada setiap artikel isi kotak  input   di samping tulisan &lt;b&gt;Label untuk posting ini:&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulis  dengan nama label yang kita suka. jika ingin menamai  lebih dari dua  label pisahkan dengan tanda koma ( , ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;MENGEDIT TANGGAL&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin  suatu saat kita butuh untuk merubah tanggal ketika  mempubliskan  postingan, apapun alasannya itu. untuk masalah ini, buka saja tulisan &lt;b&gt;Pilih  Postingan &lt;/b&gt;dan terbuka format tanggal yang bisa kita rubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://lh3.google.com/jaloee/R5iJYZlNf-I/AAAAAAAAAmQ/Bpt3q2IQGBs/054"&gt;&lt;img alt="" height="67" src="http://lh5.google.com/jaloee/R5iJZ5lNf_I/AAAAAAAAAmY/7NNpR-Tyq7k/05_thumb2" width="350" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beres dengan pekerjaan  membuat tulisan tekan tombol &lt;b&gt;Mempubliskan Postingan&lt;/b&gt;  atau kalau ingin menanguhkan tekan tombol &lt;b&gt;Di Simpan.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oke sampe sini pembahasan kita kali ini. akan tetapi Jika bloem  merasa lelah untuk terus membaca tutorial blog ini, mari kita lanjutkan  pada tutorial blog berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&amp;nbsp; &lt;a href="http://catalog-tutorial.blogspot.com/"&gt;catalog-tutorial.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7772596526293522505-8716381677318693926?l=pustakaartikel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/feeds/8716381677318693926/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/2009/11/mengenal-dan-memahami-editor-blogger.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7772596526293522505/posts/default/8716381677318693926'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7772596526293522505/posts/default/8716381677318693926'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/2009/11/mengenal-dan-memahami-editor-blogger.html' title='Mengenal dan Memahami Editor Blogger'/><author><name>Pustaka Karya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://3.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SuOCaHhVMoI/AAAAAAAAABA/aOEOURsbUBA/S220/garuda_pancasila.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7772596526293522505.post-4725110979542341940</id><published>2009-11-10T00:01:00.005+07:00</published><updated>2009-11-10T01:13:07.754+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jaloe'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tutorial Blogspot'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Internet'/><title type='text'>Setting atau Pengaturan di New Blogger</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;span style="color: #0080ff;"&gt;Tutorial Blogger Bab 1  bag 2&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengatur settingan bertujuan untuk  membatasi  jumlah postingan, pengaturan tanggal, nama blog , keterangan  blog dan lain-lain. Dan saat ini  sangatlah mudah karena new blogger sekarang mendukung  format bahasa indonesia, jadi sebenarnya tidaklah sukar.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;b&gt;Untuk mengatur settingan blog kita.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;login&lt;b&gt;  &lt;/b&gt;atau&lt;b&gt; &lt;/b&gt;masuklah terlebih dahulu dengan cara  mengklik tulisan &lt;b&gt;MASUK&lt;/b&gt;  di navbar bagian kanan atas  blog kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://lh6.google.com/jaloee/R5iHMJlNfsI/AAAAAAAAAkA/oDFc60zPXKw/013"&gt;&lt;img alt="" height="40" src="http://lh4.google.com/jaloee/R5iHcplNftI/AAAAAAAAAkI/HuvuO9q3EPw/01_thumb1" width="144" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;atau bisa juga langsung dari  halaman depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://lh5.google.com/jaloee/R5iHd5lNfuI/AAAAAAAAAkQ/fTmT2ekayOk/login013"&gt;&lt;img alt="" height="69" src="http://lh5.google.com/jaloee/R5iHe5lNfvI/AAAAAAAAAkY/WvBQAWcWz3E/login01_thumb1" width="200" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemudian setelah di  isi &lt;b&gt;nama  alamat Gmail&lt;/b&gt;  dan &lt;b&gt;kata sandinya&lt;/b&gt;, maka akan  terbuka halaman kontrol panel seperti berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://lh4.google.com/jaloee/R5iHiplNfwI/AAAAAAAAAkg/zmGUSqpXv6k/PanelControl019"&gt;&lt;img height="102" src="http://lh3.google.com/jaloee/R5iHkZlNfxI/AAAAAAAAAko/l8t0h7JfaNk/PanelControl01_thumb5" width="300" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Keterangan Singkat&lt;/b&gt;  :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ciptakan Sebuah Blog&lt;/b&gt; : Membuat sebuah blog  baru.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Lihat Blog&lt;/b&gt; : Untuk melihat halaman blog.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Postingan Baru&lt;/b&gt; : Membuat postingan baru.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Post&lt;/b&gt;  : Melihat halaman postingan ( akan kita jelaskan nanti )&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pengaturan&lt;/b&gt;  : Untuk mengatur atau mensetting blog.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Layout&lt;/b&gt; :  Untuk melihat dan masuk pada halaman layout.&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #0080ff;"&gt;&lt;i&gt;untuk tutorial kali ini Tekan link tulisan&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;  &lt;b&gt;PENGATURAN.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;b&gt;DASAR &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;b&gt;Judul : &lt;/b&gt;Merupakan judul  blog , tulis  sesuai dengan isi blog. karena Judul ini sangat berperanan  penting dalam halaman pencarian search engine. seperti google, yahoo  dll.&lt;/span&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;b&gt;Uraian :&lt;/b&gt;   Merupakan sedikit uraian , keterangan atau tujuan isi dari  blog yang  kita buat.&lt;/span&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Tambahkan Blog Anda ke daftar milik  kami?&lt;/b&gt;  : Isi dengan &lt;b&gt;Ya, &lt;/b&gt;sebagai defaultnya.  Karena nantinya  blog kita akan di masukan ke dalam Index google.  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Tampilkan  Editing Cepat di Blog Anda? : &lt;/b&gt;Isi dengan &lt;b&gt;Ya, &lt;/b&gt;sebagai  defaultnya. Biar nantinya kita bisa mengedit blog kita dengan cepat  dalam link tulisan  halaman &lt;b&gt;blog&lt;/b&gt;.  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Tampilkan  Link Posting Email? :&lt;/b&gt; Isi dengan &lt;b&gt;Ya&lt;/b&gt;, sebagai  defaultnya.  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Tampilkan Mode Compose untuk semua blog  Anda? :&lt;/b&gt; Isi dengan &lt;b&gt;Ya&lt;/b&gt;, karena ini sangat  berguna sekali pada saat menulis dan mengedit artikel.  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Tunjukkan  tombol transliterasi untuk kiriman Anda? : &lt;/b&gt;Isi dengan&lt;b&gt;  TIDAK.&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Setelah beres jangan lupa tekan link  tulisan  &lt;b&gt;&lt;span style="color: #ff8040;"&gt;SIMPAN  PENGATURAN&lt;/span&gt;.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;b&gt;PUBLIKASIKAN&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Untuk halaman  ini, kita lewat saja. kecuali kalau kita ingin menganti nama blog, atau  kita memiliki server dan domain sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;F&lt;/span&gt;ORMAT&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Tampilkan&lt;/b&gt;  : jumlah postingan yang akan di tampilkan pada halaman depan blog. jika  terlalu banyak ganti saja 4 atau 3 postingan saja.  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Konversi  ganti baris : &lt;/b&gt;pilih dengan &lt;b&gt;Tidak, &lt;/b&gt;karena  lebih baik setiap pergantian paragraf  mengunakan tag penutup  , dari pada &lt;br /&gt;.  setidaknya ini untuk menghindari  masalah nantinya.  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Tampilkan Field Judul&lt;/b&gt; :  pilih dengan &lt;b&gt;Ya&lt;/b&gt;.  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Tampilkan kolom Link&lt;/b&gt;  : pilih dengan &lt;b&gt;Ya&lt;/b&gt;.  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Aktifkan perataan  float&lt;/b&gt; : kita pilih &lt;b&gt;Ya&lt;/b&gt;.&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Setelah  beres jangan lupa tekan link tulisan  &lt;b&gt;&lt;span style="color: #ff8040;"&gt;SIMPAN PENGATURAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;KOMENTAR&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Komentar&lt;/b&gt; :  pilih Tampilkan.  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Siapa  yang Bisa Berkomentar ?&lt;/b&gt; : untuk sementara pilih defaultnya.  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Default  Komentar untuk Posting&lt;/b&gt; :  pilih defaultnya.  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Link  balik&lt;/b&gt; : pilih Tampilkan. karena siapa tahu tulisan kita ini  menjadi bahan reperence untuk blogger lain.  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Alamat  Notifikasi Komentar&lt;/b&gt; :  Isi dengan alamat Email Kita.  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;untuk  yang lainnya kita pilih defaultnya saja.&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Setelah beres  jangan lupa tekan link tulisan  &lt;b&gt;&lt;span style="color: #ff8040;"&gt;SIMPAN PENGATURAN.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #ff8040;"&gt;&lt;span style="color: black; font-weight: normal;"&gt;Sumber : &lt;a href="http://catalog-tutorial.blogspot.com/"&gt;catalog-tutorial.blogspot.com&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7772596526293522505-4725110979542341940?l=pustakaartikel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/feeds/4725110979542341940/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/2009/11/tutorial-membuat-blog-di-new-blogger-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7772596526293522505/posts/default/4725110979542341940'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7772596526293522505/posts/default/4725110979542341940'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/2009/11/tutorial-membuat-blog-di-new-blogger-2.html' title='Setting atau Pengaturan di New Blogger'/><author><name>Pustaka Karya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://3.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SuOCaHhVMoI/AAAAAAAAABA/aOEOURsbUBA/S220/garuda_pancasila.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7772596526293522505.post-2249579435613094983</id><published>2009-11-09T22:51:00.004+07:00</published><updated>2009-11-10T01:12:32.375+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jaloe'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tutorial Blogspot'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Internet'/><title type='text'>Tutorial Membuat Blog di New Blogger</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;span style="color: #0080ff;"&gt;Tutorial Blogger Bab 1 bag 1&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum memulai membuat blog di new blogger, Lebih dulu saya sarankan  kita&amp;nbsp; memiliki email dari google, untuk itu bagi yang blom memiliki  email dari google silahkan daftar &lt;a href="https://www.google.com/accounts/ServiceLogin?service=mail&amp;amp;passive=true&amp;amp;rm=false&amp;amp;continue=https%3A%2F%2Fmail.google.com%2Fmail%2F%3Fnsr%3D1%26ui%3Dhtml%26zy%3Dl&amp;amp;ltmpl=default&amp;amp;ltmplcache=2" target="_blank"&gt;di gmail&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah&amp;nbsp; mempunyai alamat email di google, sekarang kita mulai daftar di  blogger untuk memmpunyai blog. &lt;a href="https://www.blogger.com/start" target="_blank"&gt;Daftar&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian setelah terbuka alamat blogger, klik gambar seperti di bawah  ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://lh5.google.com/jaloee/R5iGC5lNfgI/AAAAAAAAAig/SADNorgSC3o/014"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="55" src="http://lh5.google.com/jaloee/R5iGD5lNfhI/AAAAAAAAAio/bOKajgXk-qU/01_thumb2" style="border-width: 0px;" width="258" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="color: #0080ff;"&gt;dan  kita akan di bawa menuju Form Pendaftaran yang harus di isi&lt;/span&gt;. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Penjelasan Tentang Form Pendaftaran&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Alamat email&lt;/b&gt;&amp;nbsp; :&amp;nbsp; Isi dengan alamat email yang tadi kita buat. &lt;br /&gt;&lt;b&gt;Masukkan sebuah password : &lt;/b&gt;Isi dengan password yang diinginkan  sebanyak delapan karakter atau lebih. &lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ketik ulang sandi : &lt;/b&gt;Ulangi menulis password tadi. &lt;br /&gt;&lt;b&gt;Nama Tampilan : &lt;/b&gt;Nama yang akan di tampilkan setiap postingan (  nama kita sendiri, nama singkatan atau unik juga boleh ). &lt;br /&gt;&lt;b&gt;Verifikasi Kata :&lt;/b&gt; Isi dengan&amp;nbsp; Tulisan, yang sesuai di tunjukan  gambar. &lt;br /&gt;&lt;b&gt;Penerimaan Persyaratan : &lt;/b&gt;Tandai kotak di samping tulisan Saya  menerima &lt;span style="color: black;"&gt;&lt;b&gt;Persyaratan dan Layanan&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Setelah semua form di atas di isi dengan benar, kemudian kita klik  tombol &lt;b&gt;LANJUTKAN.&lt;/b&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #0080ff;"&gt;maka akan tampil jendela&amp;nbsp; Form  Penamaan Blog seperti gambar yang terlihat di bawah ini.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://lh3.google.com/jaloee/R5iGFZlNfiI/AAAAAAAAAiw/FkVC2n0kGSk/03b4"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="179" src="http://lh4.google.com/jaloee/R5iGGplNfjI/AAAAAAAAAi4/PBom6toxOZc/03b_thumb2" style="border-width: 0px;" width="300" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Penjelasan Tentang Form Penamaan Blog&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Judul Blog : &lt;/b&gt;Isi dengan judul blog yang kita inginkan ( judul ini  nanti bisa kita rubah lagi ) &lt;br /&gt;&lt;b&gt;Alamat Blog : &lt;/b&gt;Isi dengan alamat blog yang kita inginkan. misalkan  &lt;b&gt;&lt;span style="color: maroon;"&gt;Blogblogan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;, yang nantinya  alamat blog kita menjadi&lt;span style="color: red;"&gt; &lt;b&gt;&lt;span style="color: maroon;"&gt;www.blogblogan.blogspot.com&lt;/span&gt;. &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Kemudian kita klik &lt;/span&gt;&lt;span style="color: #0080ff;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Check Avalability&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt; , untuk memeriksa apakah alamat yang kita  inginkan masih tersedia. ( Jika sudah ada yang memakainnya kita di  haruskan mencari lagi nama untuk blog kita ).&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;b&gt;Advance setup&lt;/b&gt; : Kita abaikan saja yang satu ini.&lt;br /&gt;Setelah tidak ada masalah lagi kita klik tombol &lt;b&gt;LANJUTKAN.&lt;/b&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: #0080ff;"&gt;yang membawa kita pada halaman  pemilihan Template, yaitu desain tampilan&amp;nbsp; blog kita nanti.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Memilih Template&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://lh5.google.com/jaloee/R5iGH5lNfkI/AAAAAAAAAjA/3BGc0kKjr3c/024"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="249" src="http://lh3.google.com/jaloee/R5iGJZlNflI/AAAAAAAAAjI/IYae2bMYf-c/02_thumb2" style="border-width: 0px;" width="223" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cari dan pilihlah dengan menandai bulatan kosong di bawah gambar&amp;nbsp;  Template yang tersedia sesuai keinginan kita, - tenang saja template ini  nantinya bisa kita ganti dengan template-template gratis dan bagus atau  kita bisa modifikasi sendiri nantinya. &lt;br /&gt;kemudian tekan &lt;b&gt;LANJUTKAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blog sudah berhasil kita buat. untuk mencobanya kita tekan saja&amp;nbsp; tombol  yang bertulisakan &lt;b&gt;MULAI POSTING.&lt;/b&gt;&amp;nbsp; yang menuju ke halaman &lt;b&gt;Text  Editor Blogger &lt;/b&gt;tempat kita menulis postingan .&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;b&gt;Mulai Menulis.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara garis besar fasilitas dan tool untuk menulis dalam text editor  yang di sediakan blogger sama dengan microsof office word.&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://lh4.google.com/jaloee/R5iGKplNfmI/AAAAAAAAAjQ/rkzLhlwzof0/044"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="243" src="http://lh5.google.com/jaloee/R5iGL5lNfnI/AAAAAAAAAjY/5aAZgH7qkzc/04_thumb2" style="border-width: 0px;" width="400" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Penjelasan Singkat Tentang Text Editor di Blogger.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Judul&lt;/b&gt; : Isi dengan judul tulisan .&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Compose&lt;/b&gt; :&amp;nbsp; Pilih tab ini, untuk menulis mudah seperti di office  word.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Edit Html&lt;/b&gt; : Jika anda pilih tab ini, anda harus mengerti  penulisan dengan cara-cara code html.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Label untuk postingan ini&lt;/b&gt; : beri label atau kategorie untuk  tulisan anda. seperti politik, buku, pengalaman dll.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Mempubliskan Postingan&lt;/b&gt; : Tekan tombol ini untuk mempublikasikan  tulisan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="color: #0080ff;"&gt;Setelah  terbuka jendela baru seperti gambar di bawah&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://lh6.google.com/jaloee/R5iGNJlNfoI/AAAAAAAAAjg/g__5zybWbSQ/054"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="138" src="http://lh6.google.com/jaloee/R5iGOJlNfpI/AAAAAAAAAjo/qjyQddakLwU/05_thumb2" style="border-width: 0px;" width="350" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tekan tulisan link &lt;b&gt;di jendela baru. &lt;/b&gt;sekarang anda sukses  mempunyai blog dan membuat tulisan yang bisa di baca oleh orang lain.  salut pujilah diri anda karena telah memiliki sebuah blog di new  blogger.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya kita akan akan membahas cara pengaturan atau mensetting blog  kita. &lt;br /&gt;Namun kita akan membahasnya dari pertama kita masuk, jadi tekan tulisan  logout ( keluar )&amp;nbsp; di samping kanan atas halaman blog kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&amp;nbsp; &lt;a href="http://catalog-tutorial.blogspot.com/"&gt;catalog-tutorial.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7772596526293522505-2249579435613094983?l=pustakaartikel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/feeds/2249579435613094983/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/2009/11/tutorial-membuat-blog-di-new-blogger.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7772596526293522505/posts/default/2249579435613094983'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7772596526293522505/posts/default/2249579435613094983'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/2009/11/tutorial-membuat-blog-di-new-blogger.html' title='Tutorial Membuat Blog di New Blogger'/><author><name>Pustaka Karya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://3.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SuOCaHhVMoI/AAAAAAAAABA/aOEOURsbUBA/S220/garuda_pancasila.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7772596526293522505.post-5926759503707607726</id><published>2009-11-09T02:01:00.001+07:00</published><updated>2009-11-09T21:22:52.696+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Vera Farah Bararah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anak dan Balita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><title type='text'>Bila Bayi Terkena Flu</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SvcVROvfTVI/AAAAAAAAAF4/0K6q50ZCprU/s1600-h/baby-flu-dalam.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SvcVROvfTVI/AAAAAAAAAF4/0K6q50ZCprU/s200/baby-flu-dalam.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Saat bayi terkena flu seringkali menjadi rewel dan sulit untuk makan  atau minum. Hal ini karena bayi tersebut merasa tidak enak dengan  kondisi hidung dan kepalanya yang pusing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perawatan yang paling  baik untuk mengatasi penyakit flu adalah dengan beristirahat dan  mengonsumsi air yang cukup, hal ini juga berlaku bagi bayi yang terkena  flu. Caranya bisa dengan lebih sering memberikan botol minum yang berisi  susu, air putih atau campuran air dengan madu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti dikutip  dari &lt;i&gt;Babycenter&lt;/i&gt;, Kamis (22/10/2009) jika bayi sudah boleh  menerima makanan padat cobalah untuk memberinya potongan buah-buahan  atau bisa juga dengan memberinya cairan tambahan berupa sup atau air  kaldu yang lebih mudah untuk dicerna oleh bayi.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Terkadang bayi  sulit atau tidak mau meminum air yang terdapat di botol susu, untuk itu  cobalah memberinya dengan cara disuapi menggunakan sendok secara  perlahan. Hal terpenting adalah ada nutrisi yang tetap masuk ke dalam  tubuh si bayi agar tidak memperparah kondisi dan tetap meningkatkan  sistem kekebalan tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat flu menyerang, bayi akan merasa  tidak nyaman karena badannya yang panas dan hidungnya yang terkadang  mampat. Sebaiknya cobalah tanyakan kepada dokter obat apa yang sebaiknya  digunakan untuk mengurangi rasa sakitnya, seperti acetaminophen.  Penting untuk diingat adalah jangan memberikan bayi aspirin kecuali ada  resep dari dokter, karena aspirin bisa memicu terjadinya sindrom reye's.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usahakan untuk menahan diri agar tidak menggunakan antibiotik  yang hanya bisa membunuh bakteri tertentu saja. Sedangkan flu biasanya  disebabkan oleh sebuah virus, sehingga antibiotik yang diberikan tidak  akan berguna. Biasanya antibiotik ini diberikan jika bayi mengalami  infeksi kedua oleh bakteri, tapi setelah sebelumnya melakukan beberapa  pemeriksaan terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa tanda yang menunjukkan  bahwa bayi harus segera dibawa ke dokter yaitu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Jika bayi berusia kurang dari 6 bulan dan panas demamnya hingga 38,3  derajat celsius.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bayi berusia di atas 6 bulan dan panas demamnya mencapai 39,4  derajat celsius.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Demam berlangsung hingga lebih dari 3 hari.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak mengalami pengurangan batuk selama seminggu.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menunjukkan tanda dehidrasi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sakit kembali setelah baru sembuh dari flu.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Bayi yang terkena flu akan membutuhkan penanganan yang lebih  intensif dibandingkan dengan orang dewasa. Jika bayi merasa sulit untuk  bernapas, tidak ada salahnya menggunakan sebuah alat penguap yang dapat  membuat pernapasan bayi menjadi lebih mudah dan membantunya agar dapat  tertidur dengan tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&amp;nbsp; health.detik.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7772596526293522505-5926759503707607726?l=pustakaartikel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/feeds/5926759503707607726/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/2009/11/bila-bayi-terkena-flu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7772596526293522505/posts/default/5926759503707607726'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7772596526293522505/posts/default/5926759503707607726'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/2009/11/bila-bayi-terkena-flu.html' title='Bila Bayi Terkena Flu'/><author><name>Pustaka Karya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://3.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SuOCaHhVMoI/AAAAAAAAABA/aOEOURsbUBA/S220/garuda_pancasila.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SvcVROvfTVI/AAAAAAAAAF4/0K6q50ZCprU/s72-c/baby-flu-dalam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7772596526293522505.post-5131443850880896788</id><published>2009-11-09T01:58:00.001+07:00</published><updated>2009-11-09T21:17:39.674+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Vera Farah Bararah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehamilan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><title type='text'>Transplantasi Rahim Bisa Dilakukan 2 Tahun Lagi</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SvcUm3a0eFI/AAAAAAAAAFw/4qn-Gr6I_XY/s1600-h/ibuhamil-dalam.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SvcUm3a0eFI/AAAAAAAAAFw/4qn-Gr6I_XY/s200/ibuhamil-dalam.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Kabar gembira akan segera menghampiri perempuan yang selama ini  bermasalah dengan rahimnya. Karena para peneliti di Inggris  mengungkapkan bahwa transplantasi rahim manusia akan berhasil dalam  waktu dua tahun lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ahli di London mengatakan bahwa  dirinya telah bekerja keras bagaimana melakukan transplantasi rahim  dengan pasokan darah yang biasa, jadi akan membutuhkan waktu yang lama  untuk bisa membuat orang hamil.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya peneliti menggunakan  hewan percobaan kelinci untuk melakukan penelitian mengenai  transplantasi rahim, dan hasil ini telah dipresentasikan dalam &lt;i&gt;Fertility  Conference&lt;/i&gt; di Amerika Serikat. Terobosan ini dilakukan sebagai  alternatif pengganti atau adopsi bagi perempuan yang bermaslah dengan  rahimnya, seperti menderita kanker serviks. Diperkirakan setiap tahunnya  di Inggris terdapat 200 perempuan yang menggunakan ibu pengganti agar  bisa mendapatkan anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian ini dilakukan di Royal  Veterinary College, London dengan menggunakan 5 ekor kelinci yang  melakukan transplantasi rahim dengan cara menghubungkan pembuluh darah  utama termasuk aorta. Setelah dilakukan pengujian terhadap hasil dari  transplantasi tersebut, menunjukkan bahwa transplantasi rahim ini  sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknik ini rencananya akan dilanjutkan dengan menggunakan  hewan yang lebih besar. Penelitian mengenai transplantasi rahim pernah  dilakukan pada hewan babi, kambing dan monyet. Pada tahun 2000 juga  pernah dilakukan terhadap manusia di Arab Saudi dengan menggunakan donor  rahim hidup, tapi mendapatkan penolakan setelah berjalan selama tiga  bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu mungkin karena ahli bedah tidak berhasil  menghubungkan pembuluh darah dengan benar, sedangkan penelitian yang  sekarang melibatkan arteri, pembuluh vena dan pembuluh besar lainnya,"  ujar Richard Smith, seorang konsulat ahli bedah ginekologi di  Hammersmith Hospital, seperti dikutip dari &lt;i&gt;BBCNews&lt;/i&gt;, Jumat  (23/10/2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Transplantasi rahim ini akan sangat berguna bagi  perempuan yang memang sudah sangat mendambakan kehadiran seorang anak.  Diperkirakan anak yang nanti harus dilahirkan dari ibu yang menjalani  transplantasi rahim melaui operasi caesar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, ada hal lain  yang juga harus diperhatikan yaitu mengenai konsekuensi etis yang ada  serta kemungkinan adanya perbedaan yang besar antara efektivitas dari  kelinci dan manusia. Semoga saja prosedur ini bisa segera diterapkan  pada manusia untuk membantu para perempuan yang ingin punya anak tapi  memiliki masalah dengan rahimnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&amp;nbsp; health.detik.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7772596526293522505-5131443850880896788?l=pustakaartikel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/feeds/5131443850880896788/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/2009/11/transplantasi-rahim-bisa-dilakukan-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7772596526293522505/posts/default/5131443850880896788'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7772596526293522505/posts/default/5131443850880896788'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/2009/11/transplantasi-rahim-bisa-dilakukan-2.html' title='Transplantasi Rahim Bisa Dilakukan 2 Tahun Lagi'/><author><name>Pustaka Karya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://3.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SuOCaHhVMoI/AAAAAAAAABA/aOEOURsbUBA/S220/garuda_pancasila.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SvcUm3a0eFI/AAAAAAAAAFw/4qn-Gr6I_XY/s72-c/ibuhamil-dalam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7772596526293522505.post-8213793878456131664</id><published>2009-11-09T01:54:00.001+07:00</published><updated>2009-11-09T21:18:06.386+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Vera Farah Bararah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehamilan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><title type='text'>Kenaikan Berat Badan yang Normal Selama Hamil</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SvcT2pYG9jI/AAAAAAAAAFo/VEiWbD-BktY/s1600-h/IBU-HAMIL-dalam%28askamum%29.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SvcT2pYG9jI/AAAAAAAAAFo/VEiWbD-BktY/s200/IBU-HAMIL-dalam%28askamum%29.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Saat hamil berat badan ibu sudah pasti akan bertambah karena ibu  membutuhkan nutrisi yang lebih banyak untuk perkembangan bayinya. Namun  banyak ibu yang bingung mengenai kenaikan berat badannya apakah normal  atau tidak. Sebenarnya berapa berat badan yang normal selama hamil?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suka  atau tidak suka, kenaikan berat badan saat hamil tidak bisa dihindari.  Bayi yang dikandung memerlukan nutrisi untuk pertumbuhan dan  perkembangannya. Tetapi pemikiran pola makan untuk dua orang bukanlah  hal yang dapat dimaklumi saat ibu sedang hamil.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebaiknya ibu  hamil tetap menggunakan pola hidup yang sehat, sehingga dapat  mengendalikan kenaikan berat badan saat hamil. Selain itu tentu saja  untuk mendukung kesehatan bayi yang dikandung dan membuat ibu menjadi  lebih mudah menurunkan berat badannya setelah melahirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak  ada satupun ukuran yang cocok mengenai kenaikan berat badan saat ibu  sedang hamil. Berapa jumlah berat badan yang dibutuhkan oleh ibu hamil  tergantung pada berbagai faktor, termasuk berat badan sebelum kehamilan  dan indeks massa tubuh (BMI). Selain itu kesehatan ibu dan kesehatan  bayinya juga memainkan peran penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu ibu harus selalu  melakukan kontrol dengan dokternya dalam menentukan kenaikan berat badan  yang tepat. Seperti dikutip dari Mayoclinic, Senin (26/10/2009) bahwa  kenaikan berat badan yang normal selama kehamilan adalah sekitar 11 kg  hingga 16 kg atau memiliki nilai indeks massa tubuh (BMI) sekitar 18,5  hingga 24,9.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ibu mengalami kenaikan berat badan yang  berlebihan, nantinya memiliki risiko seperti diabetes dan tekanan darah  tinggi. Hal terpenting saat hamil adalah menjaga berat badan yang normal  bukan menurunkan berat badan. Bahkan jika si ibu memiliki berat badan  yang berlebih sebelum hamil, sebaiknya si ibu telah mendapatkan berat  badan yang sehat saat hamil sehingga tidak menimbulkan risiko yang buruk  terhadap bayi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi penting pula untuk mendapatkan berat badan  yang cukup selama hamil, terutama saat memasuki trimester kedua dan  ketiga. Karena tanpa tambahan berat badan yang cukup, ada kemungkinan  nantinya bayi lahir lebih awal atau memiliki berat badan lebih kecil  dari yang seharusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&amp;nbsp; health.detik.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7772596526293522505-8213793878456131664?l=pustakaartikel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/feeds/8213793878456131664/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/2009/11/kenaikan-berat-badan-yang-normal-selama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7772596526293522505/posts/default/8213793878456131664'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7772596526293522505/posts/default/8213793878456131664'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/2009/11/kenaikan-berat-badan-yang-normal-selama.html' title='Kenaikan Berat Badan yang Normal Selama Hamil'/><author><name>Pustaka Karya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://3.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SuOCaHhVMoI/AAAAAAAAABA/aOEOURsbUBA/S220/garuda_pancasila.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SvcT2pYG9jI/AAAAAAAAAFo/VEiWbD-BktY/s72-c/IBU-HAMIL-dalam%28askamum%29.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7772596526293522505.post-929548019364098883</id><published>2009-11-09T01:50:00.001+07:00</published><updated>2009-11-09T01:52:27.087+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anak dan Balita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pradipta Nugrahanto'/><title type='text'>Perut Buncit dan Muka Pucat, Ciri Anak Thalassaemia</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SvcS5WaWBJI/AAAAAAAAAFg/fVYyk6GaY8w/s1600-h/thalesemia-%28ams.ac.ir%29-dalam.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SvcS5WaWBJI/AAAAAAAAAFg/fVYyk6GaY8w/s200/thalesemia-%28ams.ac.ir%29-dalam.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Apakah anak Anda berperut buncit? Jika jawabannya adalah ya, anda  sebagai orang tua perlu waspada. Sebab, bukan tidak mungkin sang anak  mengidap thalassaemia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ciri yang paling menonjol dari anak  pengidap thalassaemia adalah berperut buncit dan bermuka pucat. Biasanya  terjadi saat anak berusia lima tahun," tutur dr Susi Susanah dari  Ikatan Dokter Anak Indonesia dalam Sosialisasi Pencegahan Thalassemia di  Bale Rumawat Unpad Selasa (27/10/2009).&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Susi menambahkan  pengobatan sejak dini lebih baik dilakukan untuk mencegah kemungkinan  terburuk yang terjadi, yaitu kerusakan organ-organ dalam tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika  dibiarkan lama, bukan tidak mungkin hati, jantung dan organ-organ dalam  lainnya rusak hingga menyebabkan kematian," ujar Susi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susi  menambahkan, jika terdeteksi sejak dini penderita thalassaemia bisa  melakukan pengobatan dengan penyuntikan obat Desferal dibawah kulit  dengan pompa suntik dengan frekuensi 5-7 kali setiap minggunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dengan  pengobatan tersebut, zat besi dalam darah bisa dikeluarkan lewat air  seni sehingga anak tetap bisa tumbuh sehat dan normal," tutup Susi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya  hingga saat ini Indonesia belum mampu mengobati penyakit turunan ini.  Meski penderitanya terlihat sehat-sehat saja, namun jika tidak  ditranfusi, maka usianya maksimal hanya sampai 20 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thallassemia  merupakan penyakit  darah bawaan yang sebenarnya dapat dicegah dengan  menghindari memilih pasangan hidup yang membawa gen thalassemia  tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena penyakit ini menurun, maka kemungkinan  penderitanya akan terus bertambah dari tahun ke tahunnya. Oleh karena  itu, pemeriksaan kesehatan sebelum menikah sangat penting dilakukan  untuk mencegah bertambahnya penderita thalassemia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thalassemia  lebih sulit didiagnosis dibandingkan penyakit hemoglobin lainnya.  Gejala utama thalassemia adalah anemia. Oleh karena itu, pemeriksaan  darah komplit dan rendahnya MCV (mean corpuscular volume) dapat membantu  diagnosa thalassemia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, hingga saat ini belum ada obat  yang dapat menyembuhkan pasien dengan thalassemia. Terapi yang dapat  digunakan saat ini ialah dengan memberikan transfusi darah dan tambahan  asam folat, serta mempertahankan Hb-nya di atas 10g/dl, agar  aktivitasnya normal dan dapat melaksanakan kegiatan sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun  biaya yang dibutuhkan untuk perawatan optimal satu pasien thalassemia  mayor masih lumayan mahal, mencapai Rp 300 jutaan per tahun. Oleh sebab  itu, bila ada riwayat keluarga yang menderita thalassemia, sebaiknya  seluruh keluarga diperiksa dengan skrining thalassemia yang meliputi CBC  (complete blood count), analisis Hb dan pemeriksaan sediaan apus darah  tepi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(&lt;b&gt;ir/ir&lt;/b&gt;)&lt;br /&gt;Sumber :&amp;nbsp; health.detik.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7772596526293522505-929548019364098883?l=pustakaartikel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/feeds/929548019364098883/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/2009/11/perut-buncit-dan-muka-pucat-ciri-anak.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7772596526293522505/posts/default/929548019364098883'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7772596526293522505/posts/default/929548019364098883'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/2009/11/perut-buncit-dan-muka-pucat-ciri-anak.html' title='Perut Buncit dan Muka Pucat, Ciri Anak Thalassaemia'/><author><name>Pustaka Karya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://3.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SuOCaHhVMoI/AAAAAAAAABA/aOEOURsbUBA/S220/garuda_pancasila.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SvcS5WaWBJI/AAAAAAAAAFg/fVYyk6GaY8w/s72-c/thalesemia-%28ams.ac.ir%29-dalam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7772596526293522505.post-6925746939922090831</id><published>2009-11-09T01:48:00.001+07:00</published><updated>2009-11-09T21:18:35.036+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Vera Farah Bararah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehamilan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><title type='text'>Ukuran Pinggul Ibu Bisa Memprediksi Risiko Kanker Anak</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SvcSTTGXt_I/AAAAAAAAAFY/iicImqok5SY/s1600-h/hip-size-dalam.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SvcSTTGXt_I/AAAAAAAAAFY/iicImqok5SY/s200/hip-size-dalam.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Peneliti menemukan data bahwa ukuran dan bentuk pinggul seorang  perempuan bisa digunakan untuk memprediksi risiko kanker payudara pada  anaknya. Penelitian ini melibatkan beberapa ibu hamil dan membutuhkan  waktu penelitian yang lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hasil ini menunjukkan bahwa kita  bisa memperkirakan apakah bayi tersebut berisiko terkena kanker payudara  saat ia dilahirkan, bahkan bisa membuat prediksi sebelum bayi tersebut  dikandung," ujar seorang peneliti Kent L. Thornburg dari Oregon Health  &amp;amp; Science University, seperti dikutip dari&lt;i&gt; AOLNews&lt;/i&gt;, Rabu  (28/10/2009).&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Thornburg menjelaskan dibutuhkan spesialisasi dalam  menelusuri asal usul sebuah penyakit yang mungkin muncul pada saat  dewasa nanti. Dalam melakukan penelitian ini, Thornburg dan rekan-rekan  peneliti mengambil sampel dari 6.000 perempuan hamil di Finlandia.  Setelah itu menyelidiki berapa banyak ibu hamil yang melahirkan anak  perempuan dengan potensi kanker payudara. Ternyata didapatkan sebanyak  300 anak perempuan dari 6.000 ibu hamil tersebut berpotensi terkena  kanker.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ibu tersebut sebelumnya telah diukur lingkaran  pinggulnya. Thornburg dan rekan-rekannya menemukan bahwa perempuan yang  memiliki lingkar pinggul lebih besar dari 12 inci (30,48 cm) memiliki  risiko terkena kanker 1,6 kali lebih tinggi dibandingkan dengan  perempuan yang memiliki lingkar pinggul sempit. Selain itu, peneliti  juga menemukan bahwa bentuk dari pinggul perempuan bisa dikaitkan dengan  risiko terkena kanker pada anak-anaknya terutama anak perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun,  sampai saat ini belum diketahui dengan pasti apa hubungan antara ukuran  pinggul dengan potensi kanker pada anaknya. Meskipun telah diketahui  salah satu penyebab kanker adalah faktor genetik atau turunan. Penyakit  kanker ini sebenarnya bisa dideteksi dini, sehingga harapan pasien untuk  bisa sembuh semakin tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu jika diketahui seseorang  berpotensi terkena kanker, orang tersebut bisa memulai pola hidup yang  sehat serta menjaga asupan makanan agar tidak terlalu banyak mengonsumsi  makanan yang mengandung radikal bebas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&amp;nbsp; health.detik.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7772596526293522505-6925746939922090831?l=pustakaartikel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/feeds/6925746939922090831/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/2009/11/ukuran-pinggul-ibu-bisa-memprediksi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7772596526293522505/posts/default/6925746939922090831'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7772596526293522505/posts/default/6925746939922090831'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/2009/11/ukuran-pinggul-ibu-bisa-memprediksi.html' title='Ukuran Pinggul Ibu Bisa Memprediksi Risiko Kanker Anak'/><author><name>Pustaka Karya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://3.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SuOCaHhVMoI/AAAAAAAAABA/aOEOURsbUBA/S220/garuda_pancasila.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SvcSTTGXt_I/AAAAAAAAAFY/iicImqok5SY/s72-c/hip-size-dalam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7772596526293522505.post-5063926681400600067</id><published>2009-11-09T01:40:00.003+07:00</published><updated>2009-11-09T01:42:39.944+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Vera Farah Bararah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anak dan Balita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><title type='text'>Beri Anak Takaran Kalsium dan Gula yang Pas</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SvcQ8P_xsmI/AAAAAAAAAFQ/ud8A-AUWQvo/s1600-h/anak-minum-susu-dalam.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SvcQ8P_xsmI/AAAAAAAAAFQ/ud8A-AUWQvo/s200/anak-minum-susu-dalam.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Asupan nutrisi kalsium dan gula yang tepat bagi anak harus diperhatikan  orangtua. Jangan sampai porsinya tidak tepat, kebanyakan atau kekurangan  karena akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertumbuhan  bayi hingga remaja terjadi sangat cepat. Penting bagi orangtua untuk  memperhatikan asupan kalsium dan gula si anak. Asupan kalsium yang tepat  sangat diperlukan sebagai tabungan kepadatan tulang agar bisa mencapai  puncak kepadatan tulang optimal di usia 25 sampai 30 tahun. Sedangkan  gula penting untuk diperhatikan agar anak tidak berisiko menderita  obesitas atau diabetes nantinya.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;"Kebutuhan kalsium bagi anak  usia 6 sampai 12 tahun adalah 800 sampai 1.300 mg/hari sedangkan gula  hanya 150 mg/hari atau 10 sampai 20 persen dari jumlah kalori total,"  ujar Dr dr. Saptawati Bardosono MSc dalam acara Nestle Dancow Coklat  Actigo "Apa Ceritamu Hari Ini" di Cilandak, Jakarta, Minggu (1/11/2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalsium  sangat berguna untuk menyusun dan mempertahankan struktur tulang dan  gigi, pembekuan darah, transmisi rangsang saraf dan mengatur irama detak  jantung. Selain itu asupan kalsium yang cukup bisa mencegah anak  terkena osteoporosis saat tua nanti. Kalsium bisa didapatkan dari susu,  sayuran berwarna hijau tua dan juga kacang-kacangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diperkirakan  terdapat hampir 80 persen anak usia sekolah tidak dapat memenuhi  kebutuhan kalsiumnya. Jika anak kekurangan kalsium akan ditandai dengan  bagian tubuh gemetar, saraf menjadi peka, kuku rapuh, insomnia, depresi,  jantung berdebar dan juga kram otot betis. Tapi juga jangan berlebihan  karena bisa menyebabkan sulit BAB, nyeri perut, mual, mulut kering, haus  dan sering buang air kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sebenarnya tidak pernah terjadi  kelebihan asupan kalsium dari makanan yang terjadi adalah kelebihan  tersebut berasal dari suplemen kalsium," ujar Sekjen Pengurus Pusat  Persatuan Dokter Gizi Medik ndonesia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain kalsium, asupan  gula juga penting untuk diperhatikan. Jika anak sering mengonsumsi  makanan yang manis sejak kecil, maka akan membentuk kebiasaan untuk  memilih makanan yang manis saat dewasa nanti. Jika terus berlanjut maka  bisa memperbesar risiko diabetes dan juga obesitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sering  mengonsumsi gula akan membuat anak menjadi sering kencing, nah akibatnya  mineral yang masuk ke tubuh bisa ikut terbuang saat buang air kecil  itu," ujar dokter yang akrab disapa Tati ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu,  konsumsi gula berlebih bisa menimbulkan efek mengurangi selera makan,  meningkatkan keluarnya kalsium melalui urin, menyebabkan karies gigi dan  beberapa penyakit. Kadar gula yang tinggi dalam tubuh akan merangsang  dikeluarkannya hormon insulin yang berfungsi menurunkan kadar sebagin  besar asam amino kecuali asam amino triptofan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tati menambahkan  triptofan dalam darah akan diubah menjadi serotonin yang dapat masuk ke  otak dan mengakibatkan terjadinya keluhan seperti depresi, rasa cemas  dan beberapa gangguan perilaku pada anak misalnya menjadi nakal.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7772596526293522505-5063926681400600067?l=pustakaartikel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/feeds/5063926681400600067/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/2009/11/beri-anak-takaran-kalsium-dan-gula-yang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7772596526293522505/posts/default/5063926681400600067'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7772596526293522505/posts/default/5063926681400600067'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/2009/11/beri-anak-takaran-kalsium-dan-gula-yang.html' title='Beri Anak Takaran Kalsium dan Gula yang Pas'/><author><name>Pustaka Karya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://3.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SuOCaHhVMoI/AAAAAAAAABA/aOEOURsbUBA/S220/garuda_pancasila.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SvcQ8P_xsmI/AAAAAAAAAFQ/ud8A-AUWQvo/s72-c/anak-minum-susu-dalam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7772596526293522505.post-9015330655175556825</id><published>2009-11-09T01:37:00.001+07:00</published><updated>2009-11-09T01:39:13.181+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Vera Farah Bararah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anak dan Balita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><title type='text'>Orangtua Bayi Sindrom Miastenik Berharap Ada Keajaiban</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SvcPuNF-ypI/AAAAAAAAAFI/r_2ixmVyDIs/s1600-h/CMS-dalam.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SvcPuNF-ypI/AAAAAAAAAFI/r_2ixmVyDIs/s200/CMS-dalam.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sindrom Miastenik atau&lt;i&gt; congenital myasthenic syndrome&lt;/i&gt; (CMS)  adalah penyakit kelainan otot dan saraf yang susah diagnosa dan sulit  sembuh jika terlambat ditangani. Seorang bapak di Inggris sampai minta  bantuan pengadilan agar rumah sakit mau terus melakukan tes terhadap  bayinya yang berumur 1 tahun yang sudah divonis sulit untuk disembuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayi  berusia 1 tahun berinisial RB sejak dilahirkan memiliki kondisi yang  tidak biasa dimana genetik ototnya membuat bayi tersebut sulit untuk  bernafas sendiri. Belakangan diketahui bahwa bayi tersebut mengalami &lt;i&gt;congenital  myasthenic syndromes.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sang ayah dan ibunya berusaha keras  menyangkal vonis dari pihak rumah sakit dan menempuh jalur hukum agar  pengadilan bisa mendesak rumah sakit untuk melakukan sejumlah tes lagi  sehingga bayinya bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Pengacara  sang ayah berpendapat bahwa otak si anak tidak berpengaruh, ini karena  anak masih bisa melihat, mendengar, berinteraksi serta bermain dengan  orangtuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut pengacaranya meskipun bayi RB tersebut harus  tetap berada di rumah sakit dan sangat tergantung dengan ventilator  sebagai alat bantu pernapasan, namun RB tetap bisa menikmati setiap  cerita yang dibacakan atau musik yang diperdengarkan untuknya. Sang ayah  percaya anaknya bisa saja lepas ventilator dan keluar dari rumah sakit  jika dilakukan&lt;i&gt; tracheostomy&lt;/i&gt;, yaitu menciptakan sebuah lubang di  leher untuk memberikan udara ke paru-paru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak rumah sakit  sendiri telah mendiagnosa bayi RB mengalami CMS dan mengatakan  kondisinya sangat parah. Selama ini bayi RB masih di rawat di rumah  sakit sejak dilahirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini adalah kasus yang tragis, sang ayah  merasa anaknya sangat kuat untuk bisa memiliki kualitas hidup yang baik  dan percaya bahwa memberikan perawatan bisa mempertahankan hidup sang  anak," ujar Christopher Cuddihee, pengacara si ayah bayi seperti dikutip  dari &lt;i&gt;BBCNews&lt;/i&gt;, Selasa (3/11/2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diperkirakan terdapat  300 orang yang mengalami CMS di Inggris dengan derajat keparahan yang  berbeda-beda. Beberapa orang telah mendapatkannya sejak lahir dan bisa  bertahan hidup normal dengan bantuan obat-obatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CMS adalah  suatu kondisi yang tidak biasa terjadi dan sering kali salah didiagnosa.  Gejala dari CMS bervariasi mulai dari ringan hingga yang mematikan,  tapi jika dilakukan diagnosa yang akurat serta terapi yang tepat maka  anak bisa diobati dengan baik dan sembuh. Penyakit ini merupakan  kelainan otot turunan yang dihasilkan dari cacat genetik pada sambungan  otot syaraf, di mana sel-sel saraf dan otot berhubungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala  dari CMS ini sangat luas, tergantung dari tipenya apa dan usia saat  terkena kelainan ini. Sindrom ini tidak hanya terjadi saat anak-anak  atau remaja, tapi gejala sedangnya bisa muncul saat masih bayi.  Terkadang beberapa gejala ini mirip dengan myasthenia gravis atau  penyakit otot lainnya, sehingga sulit untuk dikenali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&amp;nbsp; health.detik.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7772596526293522505-9015330655175556825?l=pustakaartikel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/feeds/9015330655175556825/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/2009/11/orangtua-bayi-sindrom-miastenik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7772596526293522505/posts/default/9015330655175556825'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7772596526293522505/posts/default/9015330655175556825'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/2009/11/orangtua-bayi-sindrom-miastenik.html' title='Orangtua Bayi Sindrom Miastenik Berharap Ada Keajaiban'/><author><name>Pustaka Karya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://3.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SuOCaHhVMoI/AAAAAAAAABA/aOEOURsbUBA/S220/garuda_pancasila.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SvcPuNF-ypI/AAAAAAAAAFI/r_2ixmVyDIs/s72-c/CMS-dalam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7772596526293522505.post-7531855324335155276</id><published>2009-11-09T01:34:00.001+07:00</published><updated>2009-11-09T21:19:04.861+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Vera Farah Bararah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehamilan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><title type='text'>Konsumsi Serat Tinggi Hambat Kehamilan</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SvcPDsmc7CI/AAAAAAAAAFA/dJdY9q-G6hM/s1600-h/serat-dalam.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SvcPDsmc7CI/AAAAAAAAAFA/dJdY9q-G6hM/s200/serat-dalam.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Serat diketahui memiliki manfaat yang bagus bagi tubuh. Tapi penelitian  baru-baru ini menunjukkan bahwa konsumsi serat yang terlalu banyak bisa  menurunkan kadar estrogen dan beberapa hormon reproduksi lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peneliti  menemukan dari sekitar 250 perempuan berusia 18 sampai 44 tahun,  didapatkan perempuan yang mengonsumsi serat berlebih memiliki kadar  estrogen dan beberapa hormon reproduksi lainnya seperti progesteron,  hormon luteinizing dan follicle-stimulating hormone yang lebih rendah.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Asupan  serat yang tinggi terutama dari buah-buahan juga dikaitkan dengan  risiko tinggi memiliki siklus menstruasi &lt;i&gt;anovulatori&lt;/i&gt;, dimana  ovarium gagal melepaskan sel telur. Penemuan ini telah dilaporkan dalam &lt;i&gt;American  Journal of Clinical Nutrition&lt;/i&gt;. Hasil ini bukan berarti mengonsumsi  serat itu buruk, tapi jumlahnya saja yang harus diperhatikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengonsumsi  makanan serat tinggi memang memiliki banyak manfaat, termasuk  menurunkan risiko penyakit jantung, diabetes, kanker usus besar dan  kanker payudara. Para ahli menyarankan bagi orang dewasa agar  mendapatkan serat sebanyak 20 sampai 35 gram setiap harinya, tapi jumlah  ini tergantung dari asupan kalori masing-masing orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anovulatori  dapat disebabkan oleh beberapa hal termasuk olahraga berlebihan,  terlalu sedikit atau banyak lemak tubuh, disfungsi kelenjar tiroid dan &lt;i&gt;polycystic  ovarian syndrome&lt;/i&gt; yaitu gangguan hormon yang merupakan penyebab  umum ketidaksuburan. Perempuan yang tidak berovulasi teratur biasanya  memiliki periode menstruasi tidak teratur atau tidak sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua  perempuan yang ikut dalam studi ini dalam keadaan sehat dan memiliki  periode menstruasi teratur. Namun, dilaporkan memiliki asupan serat yang  lebih tinggi dari apa yang direkomendasikan dan lebih cenderung  memiliki minimal satu siklus anovulatoir lebih dari dua bulan. Para  peneliti mengukur anovulasi dengan mengukur reproduksi perempuan-kadar  hormon lebih dari dua periode menstruasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika para peneliti  memperhitungkan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi ovulasi  termasuk berat badan, ras, tingkat olahraga dan asupan kalori.  Didapatkan asupan serat yang tinggi terhubung sekitar 10 kali lebih  tinggi berisiko anovulatori.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Diet serat yang tinggi akan  menurunkan aktivitas enzim susu tertentu yang menyebabkan sedikit saja  hormon estrogen diserap kembali oleh usus besar. Selain itu serat juga  membuat lebih banyak estrogen yang terbuang melalui feses," ujar J.  Gaskins dari National Institute of Child Health and Human Development di  Rockville, Maryland, seperti dikutip dari &lt;i&gt;Reuters&lt;/i&gt;, Rabu  (4/11/2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sebelum dibuat menjadi rekomendasi secara  umum, harus dilakukan beberapa penelitian lagi agar terdapat banyak  bukti yang menunjukkan hal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&amp;nbsp; health.detik.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7772596526293522505-7531855324335155276?l=pustakaartikel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/feeds/7531855324335155276/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/2009/11/konsumsi-serat-tinggi-hambat-kehamilan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7772596526293522505/posts/default/7531855324335155276'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7772596526293522505/posts/default/7531855324335155276'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/2009/11/konsumsi-serat-tinggi-hambat-kehamilan.html' title='Konsumsi Serat Tinggi Hambat Kehamilan'/><author><name>Pustaka Karya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://3.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SuOCaHhVMoI/AAAAAAAAABA/aOEOURsbUBA/S220/garuda_pancasila.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SvcPDsmc7CI/AAAAAAAAAFA/dJdY9q-G6hM/s72-c/serat-dalam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7772596526293522505.post-1213513668107138240</id><published>2009-11-09T01:31:00.000+07:00</published><updated>2009-11-09T01:31:29.209+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Vera Farah Bararah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anak dan Balita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><title type='text'>Internet Aman untuk si Kecil</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SvcOS8TqM7I/AAAAAAAAAE4/CpJxd2fIW3Y/s1600-h/internet-anak-dalam.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SvcOS8TqM7I/AAAAAAAAAE4/CpJxd2fIW3Y/s200/internet-anak-dalam.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Internet sudah menjadi barang umum yang bisa digunakan oleh siapa saja,  termasuk anak-anak. Namun seringkali internet ini disalahgunakan untuk  mencari hal-hal yang tidak sepantasnya. Bagaimana melindungi anak-anak  dari penyalahgunaan internet?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Internet bisa menjadi sumber  belajar yang luar biasa bagi anak-anak, dimana bisa membantunya  mengerjakan tugas sekolah, mendapatkan informasi terkini, berkomunikasi  dengan guru dan bermain game interaktif. Namun, internet juga bisa jadi  akses tercepat untuk hal-hal negatif yang dapat mempengaruhi sifat dan  perilaku anak.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Itulah sebabnya mengapa peran orangtua menjadi  sangat penting untuk mengetahui apa saja yang dilihat, dipelajari dan  didengar oleh anak-anak dari internet. Sama seperti masalah keamanan  pada anak, penggunaan internet juga membuthkan kebijaksanaan dan  perhatian lebih dari orangtua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan internet sangat  memudahkan anak-anak untuk mengakses situs-situs orang dewasa atau  mempelajari hal yang salah. Tidak ada yang bisa menjamin 100 persen  anak-anak tersebut terhindar dari risiko negatif internet, sehingga  penting untuk mengetahui aktivitas anak di depan komputer serta  memberitahu mengenai risiko yang bisa diakibatkan jika anak salah  menggunakan internet. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak penyedia layanan internet yang bisa  memblokir situs tertentu agar tidak masuk ke komputernya, atau bisa  juga menggunakan program lain yang dapat memantau dan melacak situs apa  saja yang sudah diakses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain menggunakan cara tersebut, ada  beberapa cara lain yang bisa digunakan untuk melindungi anak dari  ancaman penyalahgunaan internet, seperti dikutip dari &lt;i&gt;Kidshealth&lt;/i&gt;,  Kamis (5/11/2009) :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Jadilah orangtua yang mengerti penggunaan internet dan ketahui  bagaimana cara memblokir situs yang tidak pantas.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Letakkan komputer di tempat umum, jangan menaruhnya di kamar pribadi  anak dimana orangtua tidak bisa melihat dan memantau penggunaannya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mintalah account email anak Anda sehingga bisa memonitor pesan apa  saja yang masuk dan keluar.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berikan situs favorit anak-anak yang mudah untuk diakses.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Luangkan waktu untuk menggunakan internet bersama sehingga bisa  sekaligus mengajarkan anak penggunaan internet yang benar.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berilah anak batas waktu penggunaan internet, sehingga anak tidak  menghabiskan banyak waktu di depan komputer.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jika anak menunjukkan perilaku atau sifat yang berbeda dari  biasanya, tanyakan dan segera cek situs apa saja yang biasa diakses oleh  anak. &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda sudah memutuskan untuk memberikan fasilitas internet bagi  anak, maka Anda juga dituntut untuk memberikan perhatian lebih dalam  penggunaannya sehingga anak tidak menjadi korban dari dunia maya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&amp;nbsp; health.detik.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7772596526293522505-1213513668107138240?l=pustakaartikel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/feeds/1213513668107138240/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/2009/11/internet-aman-untuk-si-kecil.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7772596526293522505/posts/default/1213513668107138240'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7772596526293522505/posts/default/1213513668107138240'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/2009/11/internet-aman-untuk-si-kecil.html' title='Internet Aman untuk si Kecil'/><author><name>Pustaka Karya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://3.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SuOCaHhVMoI/AAAAAAAAABA/aOEOURsbUBA/S220/garuda_pancasila.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SvcOS8TqM7I/AAAAAAAAAE4/CpJxd2fIW3Y/s72-c/internet-anak-dalam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7772596526293522505.post-540360560473337492</id><published>2009-11-09T01:26:00.000+07:00</published><updated>2009-11-09T01:26:30.857+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Vera Farah Bararah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anak dan Balita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><title type='text'>Anak Minum Susu Tinggi Lemak Punya Tubuh Lebih Kurus</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SvcNIZDwkfI/AAAAAAAAAEw/xPrEtgjbEX4/s1600-h/anak-minum-susu-dalam.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SvcNIZDwkfI/AAAAAAAAAEw/xPrEtgjbEX4/s200/anak-minum-susu-dalam.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Mungkin banyak orang mengira jika anaknya diberi susu tinggi lemak akan  membuatnya terlihat lebih gemuk. Tapi sebuah penelitian dari Sahlgrenska  Academy, Swedia menunjukkan anak tersebut memiliki indeks masa tubuh  (BMI) yang lebih kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak yang berusia delapan tahun dan  setiap harinya suka minum susu tinggi lemak justru memiliki nilai indeks  masa tubuh (BMI) yang lebih rendah dibandingkan dengan anak yang minum  susu lemak sedang atau rendah lemak sekalipun. Didapatkan anak-anak  tersebut memiliki berat badan lebih kecil 4 kg.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;"Ini adalah  pengamatan yang menarik, meskipun penyebab pastinya belum bisa  dipastikan. Kemungkinan hal ini terjadi karena anak-anak yang minum susu  tinggi lemak juga mengonsumsi makanan lain yang dapat mempengaruhi  berat badannya," ujar Susanne Eriksson, seorang ahli gizi dan juga  penulis penelitian ini, seperti dikutip dari &lt;i&gt;ScienceDaily&lt;/i&gt;,  Jumat (6/11/2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peneliti juga menemukan perbedaan kelebihan  berat badan antara anak yang suka minum susu tinggi lemak dengan yang  tidak. Anak yang memiliki kandungan lemak 3 persen lebih tinggi memiliki  berat badan yang lebih kecil. Dan juga didapatkan anak-anak ini  mengonsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh lebih tinggi dari yang  disarankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susanne Eriksson juga menanyakan mengenai nutrisi,  komposisi tubuh serta mineralisasi tulang dari 120 anak usia 8 tahun  yang sehat. Hasil ini digunakan sebagai standar untuk menentukan seperti  apa ukuran normal dari anak sehat usia tersebut. Selain itu berbagai  tanda risiko dalam darah juga diukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didapatkan perubahan  kebiasaan makan dialami saat anak berusia di atas 4 tahun. Serta  anak-anak cenderung kurang suka mengonsumsi ikan seperti salmon atau  mackerel, padahal ikan dapat meningkatkan panjang rantai asam lemak EPA  dan DHA yang bisa meningkatkan kemampuan kerja otak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi anak,  susu yang baik adalah susu yang bisa menunjang optimalisasi fungsi  otaknya serta bisa mencukupi beberapa nutrisi penting untuk anak. Karena  pertumbuhan dan perkembangan tubuh saat anak-anak adalah suatu hal yang  penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&amp;nbsp; health.detik.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7772596526293522505-540360560473337492?l=pustakaartikel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/feeds/540360560473337492/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/2009/11/anak-minum-susu-tinggi-lemak-punya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7772596526293522505/posts/default/540360560473337492'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7772596526293522505/posts/default/540360560473337492'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/2009/11/anak-minum-susu-tinggi-lemak-punya.html' title='Anak Minum Susu Tinggi Lemak Punya Tubuh Lebih Kurus'/><author><name>Pustaka Karya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://3.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SuOCaHhVMoI/AAAAAAAAABA/aOEOURsbUBA/S220/garuda_pancasila.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SvcNIZDwkfI/AAAAAAAAAEw/xPrEtgjbEX4/s72-c/anak-minum-susu-dalam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7772596526293522505.post-4839493023139637744</id><published>2009-11-08T23:37:00.000+07:00</published><updated>2009-11-08T23:37:10.842+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengembangan Diri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kerja dan Karir'/><title type='text'>Belajar dari Senior</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SvbzjsXWKnI/AAAAAAAAAEo/1HAqcZRRtss/s1600-h/f5ca6815a21ddd9517d79e63d4d4744d.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SvbzjsXWKnI/AAAAAAAAAEo/1HAqcZRRtss/s200/f5ca6815a21ddd9517d79e63d4d4744d.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Menjadi orang baru di kantor, jangan membuat Anda merasa kecil.  Justru, Anda harus membuka diri untuk belajar sebanyak-banyaknya dari  rekan kerja yang lebih senior. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukalah selebar-lebarnya diri  Anda pada berbagai macam orang. Jangan hanya berkutat pada bidang yang  Anda geluti saja. Anda boleh berdiskusi pada satu orang tentang  informasi gaji, orang yang lain lagi untuk saran interpesonal, dan yang  lain lagi untuk masukan mengenai pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sulit memulai?  Pertama, berlatihlah melakukan pendekatan yang halus. Misalnya, dengan  mengajak rekan kerja senior untuk mengobrol seusai jam kerja atau di  sela waktu istirahat. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bila orang yang berusaha Anda dekati  sedang sibuk, jangan memaksa. Jangan pula lekas merasa tersinggung jika  dia tidak menanggapi Anda setelah dua atau tiga kali mencoba. Bila  memang dia terlalu sulit diajak bekerjasama, cobalah mencari orang lain  yang berkemampuan sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila sudah berhasil membuat janji  bertemu, manfaatkan sebaik-baiknya. Dekati dia dengan pertanyaan yang  tepat sasaran, seperti, "Saya benar-benar kagum dengan cara Anda  menangani klien yang Anda hubungi kemarin. Bisakah saya menemui Anda  minggu ini untuk memberikan beberapa masukan mengenai hal itu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Datanglah  dengan persiapan. Ketika bertemu mentor, miliki daftar pertanyaan dan  tujuan. Jangan hanya melontarkan pertanyaan anda dan selesai. Jadikanlah  pertemuan itu menjadi sebuah dialog yang mengalir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar tidak  terkesan seperti kuliah resmi, usahakan pokok pembicaraan jangan hanya  berpusat pada Anda. Tanyakan mengenai pengalaman ia di bidangnya, kenapa  ia tertarik pada industri tersebut, dan apa kontribusinya pada  perubahan di industri tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(PR/dila)&lt;br /&gt;Sumber : suaramerdeka.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7772596526293522505-4839493023139637744?l=pustakaartikel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/feeds/4839493023139637744/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/2009/11/belajar-dari-senior.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7772596526293522505/posts/default/4839493023139637744'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7772596526293522505/posts/default/4839493023139637744'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/2009/11/belajar-dari-senior.html' title='Belajar dari Senior'/><author><name>Pustaka Karya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://3.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SuOCaHhVMoI/AAAAAAAAABA/aOEOURsbUBA/S220/garuda_pancasila.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SvbzjsXWKnI/AAAAAAAAAEo/1HAqcZRRtss/s72-c/f5ca6815a21ddd9517d79e63d4d4744d.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7772596526293522505.post-8951519942667826947</id><published>2009-11-08T23:22:00.001+07:00</published><updated>2009-11-08T23:25:21.132+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Spesial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cinta Kasih'/><title type='text'>Cinta Laki-laki dan Perempuan</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SvbwDIejmvI/AAAAAAAAAEg/q9GmxxbayWw/s1600-h/e252acac3fa114c3751f07e388cbe520.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SvbwDIejmvI/AAAAAAAAAEg/q9GmxxbayWw/s200/e252acac3fa114c3751f07e388cbe520.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Jangan buru-buru menilai pasangan Anda tidak perhatian atau tidak  lagi mencintai Anda. Satu hal perlu Anda ingat, konsep cinta berbeda  antara laki-laki dan perempuan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski demikian, perbedaan itu  tidak lantas menjadikan laki-laki dan perempuan saling berseberangan.  Sebaliknya, perbedaan itu justru memberikan ruang untuk berkompromi,  karena pada satu titik, perbedaan itu menemukan persimpangannya.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di  antara perbedaan paling ekstrim adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;1. Perempuan:  cinta=perhatian &lt;br /&gt;Lelaki: cinta=kepercayaan &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Salah satu tanda  cinta bagi perempuan adalah perhatian. Kita senang memberi sekaligus  menerima perhatian. Sekecil apa pun perhatian yang diberikan pasangan,  kita akan merasa istimewa dan dicintai. Misalnya, dikirimi SMS setiap  hari, meski pesannya hanya uapan selamat pagi atau selamat tidur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara  itu, bagi laki-laki, yang menyamai arti perhatian adalah kepercayaan.  Lelaki menganggap jika pasangan yang dicintainya memberikan kepercayaan  penuh padanya, itu berarti sang kekasih meyakini bahwa ia telah  melakukan yang terbaik bagi mereka berdua. Lelaki tak suka dibanjiri  SMS. Apalagi jika pesannya berisi, "Kamu di mana?" Selain mengganggu,  pesan ini seolah menunjukkan kita tak memercayainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;2.  Perempuan: butuh pengertian &lt;br /&gt;Lelaki: butuh penerimaan &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Selain  perhatian, hal lain yang kita butuhkan dalam hubungan adalah rasa  dimengerti. Kaum lelaki memang sulit memahami kita. Namun, mereka punya  cara untuk mengatasinya. Banyak lelaki diberi kemampuan mendengarkan  keluh kesah kita tanpa menghakimi. Ia juga dapat memberikan empatinya.  Sikap lelaki yang lebih mudah memahami ini bukan didapat dari mengetahui  pikiran atau perasaan seorang perempuan. Ini karena lelaki selalu  berusaha mengumpulkan makna-makna dari apa yang dia dengar dan dia lihat  untuk membenarkan apa yang disampaikan kekasihnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara,  perempuan yang kadang tidak berdaya mengubah kekasihnya akhirnya dengan  penuh cinta menerima Si Dia apa adanya. Dan, inilah yang membuat lelaki  merasa bahagia dan sangat dicintai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;3. Perempuan: ingin  dihormati &lt;br /&gt;Lelaki: ingin dihargai &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Kita akan merasa dihormati  bila lelaki menanggapi dengan mengakui dan mengutamakan hak-hak,  harapan dan kebutuhan-kebutuhan kita. Jika tingkah laku Si Dia selalu  mempertimbangkan pikiran-pikiran dan perasaan kita, pasti kita akan  merasa senang dan dihormati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan bagi lelaki, penghargaan  atau dihargai merupakan reaksi alami terhadap perasaan didukung. Jika  usahanya dihargai, lelaki akan tahu bahwa usahanya tidak sia-sia. Lelaki  yang merasa dihargai secara otomatis lebih bersemangat dan terdorong  untuk lebih menghormati pasangannya. Anda pasti masih ingat rumus PDKK,  alias, puji dulu, kemudian kritik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;4. Perempuan: butuh  kesetiaan &lt;br /&gt;Lelaki: butuh rasa kagum &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Perempuan sangat  menginginkan dan mengagungkan kesetiaan. Laki-laki akan dengan suka rela  memberikan kesetiaannya jika dia merasa pasangan mengagumi dan  menghormati hak-haknya. &lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;5. Perempuan: mengharap ketegasan &lt;br /&gt;Lelaki:  mengharap persetujuan &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Perempuan membutuhkan bukti verbal.  Misalnya, perempuan tak akan pernah bosan menerima ungkapan rasa cinta  dan sayang yang diutarakan lewat kata-kata. Demikian pula, perempuan  membutuhkan kata "jadian" terucap dengan jelas, tegas dan langsung  sebagai bukti keabsahan hubungan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara lelaki, tak perlu  ucapan verbal. Cukup dengan anggukan atau tanda persetujuan lainnya, dia  sudah merasa mantap melanjutkan hubungan dengan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(BS/dila)&lt;br /&gt;Sumber : suaramerdeka.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7772596526293522505-8951519942667826947?l=pustakaartikel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/feeds/8951519942667826947/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/2009/11/cinta-laki-laki-dan-perempuan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7772596526293522505/posts/default/8951519942667826947'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7772596526293522505/posts/default/8951519942667826947'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/2009/11/cinta-laki-laki-dan-perempuan.html' title='Cinta Laki-laki dan Perempuan'/><author><name>Pustaka Karya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://3.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SuOCaHhVMoI/AAAAAAAAABA/aOEOURsbUBA/S220/garuda_pancasila.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SvbwDIejmvI/AAAAAAAAAEg/q9GmxxbayWw/s72-c/e252acac3fa114c3751f07e388cbe520.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7772596526293522505.post-4069729296867599691</id><published>2009-11-08T23:07:00.000+07:00</published><updated>2009-11-08T23:07:36.887+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jantung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><title type='text'>Bercerai Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/Svbsn1vKyVI/AAAAAAAAAEY/Tc646PRLxSU/s1600-h/3d80358c8d5de0f32cac6f99f809ce77.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/Svbsn1vKyVI/AAAAAAAAAEY/Tc646PRLxSU/s200/3d80358c8d5de0f32cac6f99f809ce77.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Kehilangan pasangan akibat perceraian sangat merusak kesehatan jangka  panjang perempuan atau laki-laki, bahkan jika mereka menikah lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perceraian  akan meningkatkan risiko gangguan kesehatan seperti penyakit jantung,  diabetes atau kanker hingga 20%, dibandingkan mereka yang menikah.  Selain itu, mereka juga berisiko 23% lebih besar mengalami gangguan  gerak termasuk masalah naik tangga atau berjalan jarak pendek. Hal ini  diungkapkan oleh studi ilmiah yang dilakukan oleh para peneliti dari  University of Chicago and Johns Hopkins University, Baltimore.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dampak  dari perubahan ini, menurut peneliti, akan tetap membayangi kesehatan  fisik hingga beberapa tahun ke depan. Hal ini tetap berlaku meskipun  kondisi emosi orang tersebut telah membaik dan menemukan stabilitas dan  kebahagiaan dalam hubungan baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, studi ini juga  menemukan kalau menikah kembali tidak bisa memulihkan masalah kesehatan  mereka sepenuhnya. Mereka yang menikah kembali masih berisiko 12% lebih  besar mengalami kondisi kritis dan berisiko 19% lebih besar mengalami  gangguan mobilitas dibandingkan mereka yang menikah dan tidak berpisah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gangguan  kesehatan ini, menurut peneliti, dipicu oleh beberapa faktor termasuk  menurunnya sumber keuangan, stres kronis serta ketidakbahagiaan karena  berbagai hal seperti masalah perawatan anak dan keuangan. Dan kerusakan  yang ditimbulkan stres ekstrim ini terhadap jantung dan sistem imun,  terang peneliti, tetap bertahan selama beberapa tahun ke depan, bahkan  setelah orang tersebut kembali merasa bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(MHS/dila)&lt;br /&gt;Sumber : suaramerdeka.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7772596526293522505-4069729296867599691?l=pustakaartikel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/feeds/4069729296867599691/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/2009/11/bercerai-tingkatkan-risiko-penyakit.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7772596526293522505/posts/default/4069729296867599691'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7772596526293522505/posts/default/4069729296867599691'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/2009/11/bercerai-tingkatkan-risiko-penyakit.html' title='Bercerai Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung'/><author><name>Pustaka Karya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://3.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SuOCaHhVMoI/AAAAAAAAABA/aOEOURsbUBA/S220/garuda_pancasila.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/Svbsn1vKyVI/AAAAAAAAAEY/Tc646PRLxSU/s72-c/3d80358c8d5de0f32cac6f99f809ce77.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7772596526293522505.post-3252275014345603588</id><published>2009-11-08T23:01:00.000+07:00</published><updated>2009-11-08T23:01:46.609+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hipertensi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><title type='text'>Mengekspresikan Kemarahan Cegah Hipertensi</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SvbrO4oJVbI/AAAAAAAAAEQ/VZBt22QO5yw/s1600-h/9b3c0ef91f6da6b4e0fe1c1df3a69bb5.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SvbrO4oJVbI/AAAAAAAAAEQ/VZBt22QO5yw/s200/9b3c0ef91f6da6b4e0fe1c1df3a69bb5.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Jangan terlalu sering memendam amarah. Bila tak kuasa menahan emosi,  ekspresikan kemarahan Anda dengan berteriak atau melakukan apapun untuk  melepaskan beban. Pasalnya, memendam amarah berakibat buruk bagi  kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil temuan terbaru para peneliti dari Carnegie  Mellon University di Pittsburgh menunjukkan, marah-marah dalam skala  ringan bermanfaat bagi kesehatan fisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang merespon  situasi yang penuh tekanan dengan kemarahan yang sewajarnya terbukti  lebih bisa mempertahankan tekanan darah lebih rendah dan melepaskan  lebih sedikit cortisol (yang dikenal sebagai hormon stres), dibandingkan  partisipan yang merespon dengan rasa takut atau hanya memendam perasaan  mereka.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Menanggapi sesuatu hal yang tidak menyenangkan dengan  amarah yang proporsional membantu Anda mengendalikan diri dan tetap  optimistis. Tetapi, jika Anda merespon dengan rasa takut atau  memendamnya saja, justru akan memperbanyak produksi hormon cortisol.  Jika hal ini berlangsung dalam waktu lama justru bisa memicu penyakit  jantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam studi tersebut, psikiater Jennifer Lerner  mengganggu 92 mahasiswa dengan cara menugasi mereka mengerjakan tes  sulit di bawah tekanan. Selama tes berlangsung, Lerner berkali-kali  mengubah peraturan. Jika partisipan memberikan jawaban yang salah, maka  mereka diminta mengulang kembali dari awal, sehingga membuat mereka  frustrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama proses berlangsung, peneliti menggunakan video  camera untuk merekam ekspresi muka para partisipan. Selanjutnya para  peneliti akan mengidentifikasi ekspresi yang menunjukkan rasa takut,  marah dan muak. Peneliti juga mengukur tekanan darah, detak jantung dan  jumlah cortisol yang dilepaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Studi menemukan, mereka yang  menunjukkan ekspresi wajah ketakutan selama mengikuti tes memiliki  tekanan darah dan kadar hormon cortisol yang lebih tinggi dibandingkan  mereka yang merespon situsi penuh tekanan tersebut dengan kemarahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah  jika selama ini Anda termasuk orang yang selalu berusaha meredam amarah  dan bertingkah sekalem mungkin, tidak ada salahnya mulai meluapkan  emosi dengan marah-marah. Selain membuat Anda merasa lebih baik, juga  bagus untuk kesehatan tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(MHS/dila)                                 &lt;br /&gt;Sumber : suaramerdeka.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7772596526293522505-3252275014345603588?l=pustakaartikel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/feeds/3252275014345603588/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/2009/11/mengekspresikan-kemarahan-cegah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7772596526293522505/posts/default/3252275014345603588'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7772596526293522505/posts/default/3252275014345603588'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/2009/11/mengekspresikan-kemarahan-cegah.html' title='Mengekspresikan Kemarahan Cegah Hipertensi'/><author><name>Pustaka Karya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://3.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SuOCaHhVMoI/AAAAAAAAABA/aOEOURsbUBA/S220/garuda_pancasila.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SvbrO4oJVbI/AAAAAAAAAEQ/VZBt22QO5yw/s72-c/9b3c0ef91f6da6b4e0fe1c1df3a69bb5.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7772596526293522505.post-5962151415472987987</id><published>2009-11-08T22:31:00.002+07:00</published><updated>2009-11-11T01:46:47.448+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Suami Istri'/><title type='text'>Seks Tanpa Kondom Lebih Sehat</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/Svbj3GY9boI/AAAAAAAAAEI/i6oac46-9nc/s1600-h/92ca0f36f34827b3f4cfafd7cc7dd7eb.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/Svbj3GY9boI/AAAAAAAAAEI/i6oac46-9nc/s200/92ca0f36f34827b3f4cfafd7cc7dd7eb.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Berhubungan seks tanpa kondom dapat meningkatkan kesehatan mental  laki-laki dan perempuan. Sebaliknya, melakukan seks dengan kondom dapat  membuat tekanan dan depresi. Demikian ungkap Stuart Brody, psikolog dari  Universitas West of Skotlandia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Professor Brody menyatakan,  tubuh manusia sudah secara alami diprogram untuk mendapatkan  perlindungan dalam melakukan hubungan seksual. Menurutnya, hal ini  dibuktikan dengan melakukan kajian terhadap 99 perempuan dan 11  laki-laki di Portugal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mereka diminta untuk mengisi kuesioner  dengan pertanyaan tentang kenikmatan yang mereka dapatkan dari hubungan  seksual menggunakan kontrasepsi,” tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dari penelitian ini,  Brody menjelaskan pasangan yang melakukan hubungan seks tanpa alat  kontrasepsi tekanan psikologis dan tingkat stressnya lebih rendah  dibandingkan dengan pasangan yang menggunakan alat kontrasepsi yaitu  kondom.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, peneliti dari Marie Stope International,  Tony Kerridge menuturkan kesehatan reproduksi dan seksual dapat diuji  setelah pasangan melakukan hubungan seksual, tidak menimbulkan penyakit  yang tidak diinginkan dan tidak terjadi kehamilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja,  anjuran berhubungan seks tanpa kondom itu hanya berlaku bagi pasangan  suami istri yang sah dan sehat, sebab, kondom telah lama dipercaya  sebagai salah satu alat pencegah penularan penyakit kelamin yang  efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(vv/dila)&lt;br /&gt;Sumber : suaramerdeka.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7772596526293522505-5962151415472987987?l=pustakaartikel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/feeds/5962151415472987987/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/2009/11/seks-tanpa-kondom-lebih-sehat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7772596526293522505/posts/default/5962151415472987987'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7772596526293522505/posts/default/5962151415472987987'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/2009/11/seks-tanpa-kondom-lebih-sehat.html' title='Seks Tanpa Kondom Lebih Sehat'/><author><name>Pustaka Karya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://3.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SuOCaHhVMoI/AAAAAAAAABA/aOEOURsbUBA/S220/garuda_pancasila.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/Svbj3GY9boI/AAAAAAAAAEI/i6oac46-9nc/s72-c/92ca0f36f34827b3f4cfafd7cc7dd7eb.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7772596526293522505.post-3476317389736237473</id><published>2009-11-08T22:25:00.000+07:00</published><updated>2009-11-08T22:25:30.462+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jantung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><title type='text'>Patah Hati Memicu Gagal Jantung</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SvbitCWjckI/AAAAAAAAAEA/XKOT1u1doqg/s1600-h/b9059980103884019c0101e48f853d3e.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SvbitCWjckI/AAAAAAAAAEA/XKOT1u1doqg/s200/b9059980103884019c0101e48f853d3e.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Patah hati bisa membunuh. Orang-orang yang kehilangan sosok yang mereka cintai berpeluang enam kali lebih besar mengalami gagal jantung. Demikian simpulan dari riset oleh Thomas Buckley dari Heart Foundation Australia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Studi Buckley ini mempelajari perubahan-perubahan fisik yang dialami seseorang setelah ditinggal orang tercinta. Penelitian ini melibatkan 160 orang, setengah dari mereka sedang berduka atas kehilangan pasangan atau anak.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Selama enam bulan pertama setelah seseorang kehilangan seseorang yang dicintainya, ia cenderung mengalami peningkatan tekanan darah, peningkatan detak jantung, serta perubahan pada sistem kekebalan tubuh dan pembekuan darah, sehingga yang menaikkan risiko serangan jantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(mp/dila)&lt;br /&gt;Sumber : suaramerdeka.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7772596526293522505-3476317389736237473?l=pustakaartikel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/feeds/3476317389736237473/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/2009/11/patah-hati-memicu-gagal-jantung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7772596526293522505/posts/default/3476317389736237473'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7772596526293522505/posts/default/3476317389736237473'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/2009/11/patah-hati-memicu-gagal-jantung.html' title='Patah Hati Memicu Gagal Jantung'/><author><name>Pustaka Karya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://3.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SuOCaHhVMoI/AAAAAAAAABA/aOEOURsbUBA/S220/garuda_pancasila.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SvbitCWjckI/AAAAAAAAAEA/XKOT1u1doqg/s72-c/b9059980103884019c0101e48f853d3e.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7772596526293522505.post-8599281436769706258</id><published>2009-11-08T22:21:00.001+07:00</published><updated>2009-11-09T21:22:28.918+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gigi dan Gusi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><title type='text'>Sikat Gigi Dua Kali Sehari</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SvbhtkcEJ6I/AAAAAAAAAD4/Fi08yQ2Kphg/s1600-h/66610c11f57edcd94267dffdb99909d0.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SvbhtkcEJ6I/AAAAAAAAAD4/Fi08yQ2Kphg/s200/66610c11f57edcd94267dffdb99909d0.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Menyikat gigi pada pagi dan malam hari bisa menekan kerusakan gigi hingga 50%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah pada gigi dan mulut bisa sangat terkait dengan aneka penyakit kronis seperti penyakit jantung, stroke dan radang paru-paru. Namun, masih banyak orang mengabaikan kesehatan gigi dan mulut. Menurut laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2004, sekitar 5 miliar orang di seluruh dunia menderita pembusukan gigi (tooth decay), masalah yang sesungguhnya bisa dicegah dengan cara sederhana.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Salah satu cara yang paling efektif untuk menghindari penyakit tersebut adalah dengan menyikat gigi secara teratur. Cara terbaik untuk menjaga kebersihan gigi adalah menyikat gigi dengan pasta gigi ber-flouride setiap kali selesai menyantap makanan. Tapi bila hal itu terlalu sulit dilakukan, menyikat gigi dua kali sehari pun sudah cukup. Dua kali yang terpenting adalah malam hari saat menjelang tidur, dan pagi hari sesudah sarapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(EP/dila)&lt;br /&gt;Sumber : suaramerdeka.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7772596526293522505-8599281436769706258?l=pustakaartikel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/feeds/8599281436769706258/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/2009/11/sikat-gigi-dua-kali-sehari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7772596526293522505/posts/default/8599281436769706258'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7772596526293522505/posts/default/8599281436769706258'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/2009/11/sikat-gigi-dua-kali-sehari.html' title='Sikat Gigi Dua Kali Sehari'/><author><name>Pustaka Karya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://3.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SuOCaHhVMoI/AAAAAAAAABA/aOEOURsbUBA/S220/garuda_pancasila.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SvbhtkcEJ6I/AAAAAAAAAD4/Fi08yQ2Kphg/s72-c/66610c11f57edcd94267dffdb99909d0.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7772596526293522505.post-4517184542526753480</id><published>2009-11-08T22:17:00.000+07:00</published><updated>2009-11-08T22:17:15.003+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lanjut Usia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><title type='text'>Lansia Aman Berpuasa</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/Svbg0krnTGI/AAAAAAAAADw/Br1ZTqQOf0w/s1600-h/ad7aabefe5892b82ebc3594f34e1038d.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/Svbg0krnTGI/AAAAAAAAADw/Br1ZTqQOf0w/s200/ad7aabefe5892b82ebc3594f34e1038d.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Kemampuan lansia untuk berpuasa tidak perlu dirisaukan. Mereka mampu dan boleh menjalankan ibadah puasa, sepanjang kondisi fisik masih stabil, penyakit terkontrol, dan tidak menderita infeksi akut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara fisik, menjadi tua memang membuat seseorang memiliki berbagai keterbatasan. Oleh karena itu lansia sering dicap sebagai kelompok orang yang lemah dan mudah jatuh sakit. Kondisi seperti ini membuat banyak orang meragukan kemampuan para lansia untuk berpuasa sehari penuh. Padahal, puasa aman bagi kesehatan lansia. Justru, puasa bisa mendatangkan manfaat bagi kesehatan mereka.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebuah penelitian mengenai dampak puasa terhadap kesehatan lansia mengungkapkan, tidak terjadi perubahan berat badan dan komposisi tubuh selama puasa. Diketahui pula, selama berpuasa juga terjadi penurunan konsentrasi insulin, sementara jumlah asupan kalori tidak berubah. Hanya pola dan jenis makanannya saja yang berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian lain menunjukkan tidak ada gangguan fungsi ginjal pada kaum lansia yang berpuasa selama asupan cairan tubuhnya terpenuhi, yaitu antara 1.5 - 2 liter/ hari. Hasil penelitian puasa pada usia lanjut juga menunjukkan terjadinya penurunan kolesterol total bagi para lansia yang berpuasa. Kolesterol LDL, trigliserida, dan asam urat juga menurun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa juga menurunkan asupan kalori sekitar 12-15%, meningkatkan kadar antioksidan, dan menurunkan radikal bebas. Radikal bebas yang berlebihan di dalam tubuh akan mengurangi aktivitas kerja enzim, menyebabkan terjadinya mutasi, dan kerusakan dinding sel. Ada sekitar 50 penyakit degeneratif, termasuk penyakit jantung dan stroke, yang dicetuskan oleh senyawa radikal bebas.&lt;br /&gt;(IS/dila)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7772596526293522505-4517184542526753480?l=pustakaartikel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/feeds/4517184542526753480/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/2009/11/lansia-aman-berpuasa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7772596526293522505/posts/default/4517184542526753480'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7772596526293522505/posts/default/4517184542526753480'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/2009/11/lansia-aman-berpuasa.html' title='Lansia Aman Berpuasa'/><author><name>Pustaka Karya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://3.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SuOCaHhVMoI/AAAAAAAAABA/aOEOURsbUBA/S220/garuda_pancasila.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/Svbg0krnTGI/AAAAAAAAADw/Br1ZTqQOf0w/s72-c/ad7aabefe5892b82ebc3594f34e1038d.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7772596526293522505.post-886289924718459044</id><published>2009-11-08T22:11:00.000+07:00</published><updated>2009-11-08T22:11:27.442+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Anak dan Balita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><title type='text'>Anak Prematur Berisiko Diabetes</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/Svbfcc0c_yI/AAAAAAAAADo/6lmjFCNYdQE/s1600-h/aab7c32b70944bf98821579293b7d615.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/Svbfcc0c_yI/AAAAAAAAADo/6lmjFCNYdQE/s200/aab7c32b70944bf98821579293b7d615.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Anak-anak yang dilahirkan secara prematur mengalami kurang peka terhadap insulin (pra-diabetes), membuat bayi prematur berisiko menderita diabetes di kemudian hari. Risiko yang sama berlaku pada anak yang dilahirkan dengan berat badan rendah, walaupun dilahirkan dari usia kehamilan yang penuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simpulan itu didapat setelah tim peneliti melakukan riset terhadap 72 anak berusia 4-10 tahun. Para peneliti mengukur kadar sensitifitas insulin, yaitu seberapa efisien-nya insulin dalam memecah glukosa.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hasil pengukuran yang dipublikasikan dalam New England Journal of Medicine menunjukkan, anak yang dilahirkan secara prematur dengan berat badan yang bagaimanapun mengalami penurunan sensitifitas insulin sekitar 30 persen, dibanding dengan anak-anak yang lahir dengan berat badan normal dengan usia kehamilan penuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat usia 4-10 tahun, anak-anak yang lahir secara prematur ini menunjukkkan peningkatan pelepasan insulin secara akut yang terkompensasi. Hal ini terlihat pada saat mereka makan, insulin yang dilepaskan ternyata lebih tinggi, untuk mengatasi kurangnya kepekaan terhadap insulin yang terjadi pada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurangnya kepekaan terhadap insulin atau kurangnya sensitifitas insulin, selain dapat menyebabkan Diabetes, dapat juga berakibat kegemukan, hipertensi, penyakit jantung, dan stroke. Namun, risiko ini bisa diturunkan dengan membiasakan anak dengan perilaku hidup sehat seperti berolahraga dan mengatur pola makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(IS/dila)&lt;br /&gt;Sumber : suaramerdeka.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7772596526293522505-886289924718459044?l=pustakaartikel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/feeds/886289924718459044/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/2009/11/anak-prematur-berisiko-diabetes.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7772596526293522505/posts/default/886289924718459044'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7772596526293522505/posts/default/886289924718459044'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/2009/11/anak-prematur-berisiko-diabetes.html' title='Anak Prematur Berisiko Diabetes'/><author><name>Pustaka Karya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://3.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SuOCaHhVMoI/AAAAAAAAABA/aOEOURsbUBA/S220/garuda_pancasila.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/Svbfcc0c_yI/AAAAAAAAADo/6lmjFCNYdQE/s72-c/aab7c32b70944bf98821579293b7d615.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7772596526293522505.post-3532986680435704348</id><published>2009-11-08T22:07:00.000+07:00</published><updated>2009-11-08T22:07:03.338+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diet'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><title type='text'>Kalsium Sukseskan Diet</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SvbebCO7-vI/AAAAAAAAADg/EcJslsYW-qQ/s1600-h/1008bead3564bb1791e085c4f9fa4e02.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SvbebCO7-vI/AAAAAAAAADg/EcJslsYW-qQ/s200/1008bead3564bb1791e085c4f9fa4e02.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Manfaat kalsium tak cuma menguatkan dan memadatkan tulang, tapi juga memperlancar program penurunan berat badan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasannya, kalsium berpengaruh terhadap sistem metabolisme energi dalam tubuh.Pada saat asupan kalsium dibatasi, terbukti tubuh mengalami kenaikan berat badan. Begitu juga sebaliknya. Hal ini bisa terjadi karena ternyata konsumsi kalsium yang rendah dapat merangsang penimbunan lemak dalam tubuh hingga akhirnya akan memicu terjadinya kegemukan. Sementara, jika kebutuhan kalsium tercukupi, hal ini bisa memperlambat proses penimbunan lemak yang terjadi dalam tubuh!&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kalsium sangat mempengaruhi kerja hormon parathyroid (PTH). Jika jumlah kalsium dalam tubuh hanya sedikit, maka kadar hormon PTH tersebut akan meningkat. Peningkatan hormon ini berpotensi untuk membuat Anda selalu merasa lapar. Sebagai akibatnya, Anda pun bakal makan lebih banyak sehingga energi yang tersimpanpun otomatis akan jadi lebih banyak, dan itu berupa timbunan lemak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, berapa banyak kalsium yang diperlukan tubuh untuk mendukung program diet Anda? Setiap hari, setidaknya Anda perlu tiga porsi makanan yang mengandung susu dan produk olahannya; satu cangkir susu, yoghurt atau satu ons keju. Anda juga bisa mengandalkan sumber kalsium dalam buah dan sayuran seperti brokoli, bayam atau kangkung. Sebagai tambahan, tulang ikan yang dapat dimakan seperti ikan salmon atau ikan teri juga bisa dijadikan alternatif.&lt;br /&gt;(Ceq/dila)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7772596526293522505-3532986680435704348?l=pustakaartikel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/feeds/3532986680435704348/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/2009/11/kalsium-sukseskan-diet.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7772596526293522505/posts/default/3532986680435704348'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7772596526293522505/posts/default/3532986680435704348'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/2009/11/kalsium-sukseskan-diet.html' title='Kalsium Sukseskan Diet'/><author><name>Pustaka Karya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://3.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SuOCaHhVMoI/AAAAAAAAABA/aOEOURsbUBA/S220/garuda_pancasila.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SvbebCO7-vI/AAAAAAAAADg/EcJslsYW-qQ/s72-c/1008bead3564bb1791e085c4f9fa4e02.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7772596526293522505.post-8717040177822896491</id><published>2009-11-08T22:02:00.002+07:00</published><updated>2009-11-09T21:20:34.274+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehamilan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><title type='text'>Bahaya Alkohol Bagi Janin</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SvbdXE9uFJI/AAAAAAAAADY/jHKyjLJVMWU/s1600-h/9dcd500734bc84990a8f5a9af9830778.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SvbdXE9uFJI/AAAAAAAAADY/jHKyjLJVMWU/s200/9dcd500734bc84990a8f5a9af9830778.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Masa kehamilan adalah masa rentan. Sudah menjadi peringatan umum,  wanita hamil dilarang menenggak alkohol. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Larangan mengkonsumsi  alkohol adalah harga mati, tak ada batas toleransi. Sebab, bila sang  calon ibu nekat, janin dalam kandungannya yang akan menanggung bahaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahaya  Alkohol bagi janin dapat berakibat Fetal Alcohol Syndrome, yang dapat  menyebabkan keguguran, kelahiran prematur, komplikasi persalinan bayi,  bayi berberat lahir rendah, bayi lahir dengan kepala kecil  (mikrosefali), retardasi mental, gangguan pada jantung dan organ-organ  lainnya, gangguan fisik serta perilaku yang akan mempengaruhi  pertumbuhan anak sepanjang hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Selain dilarang mengkonsumsi  alkohol dalam bentuk minuman keras ataupun wine, para calon ibu juga  harus mewaspadai kandungan alkohol dalam obat-obatan. Umumnya,  obat-obatan mengandung kadar alkohol sekitar 5%. Bila diminum selama  beberapa hari berturut-turut, dikhawatirkan alkohol akan berakumulasi  dalam tubuh. Agar aman, cobalah berkonsultasi dengan dokter untuk  mengetahui obat apa saja yang aman dikonsumsi selama masa kehamilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(is/dila)&lt;br /&gt;Sumber : suaramerdeka.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7772596526293522505-8717040177822896491?l=pustakaartikel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/feeds/8717040177822896491/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/2009/11/bahaya-alkohol-bagi-janin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7772596526293522505/posts/default/8717040177822896491'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7772596526293522505/posts/default/8717040177822896491'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/2009/11/bahaya-alkohol-bagi-janin.html' title='Bahaya Alkohol Bagi Janin'/><author><name>Pustaka Karya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://3.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SuOCaHhVMoI/AAAAAAAAABA/aOEOURsbUBA/S220/garuda_pancasila.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SvbdXE9uFJI/AAAAAAAAADY/jHKyjLJVMWU/s72-c/9dcd500734bc84990a8f5a9af9830778.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7772596526293522505.post-67352696706861683</id><published>2009-11-08T21:57:00.002+07:00</published><updated>2009-11-09T21:20:07.128+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehamilan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><title type='text'>Persepsi Keliru Tentang Kanker Payudara</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SvbcBnPFc8I/AAAAAAAAADQ/ABdfLhJGS9k/s1600-h/10e37c97e691fb9970ad8bbbcc7518f3.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SvbcBnPFc8I/AAAAAAAAADQ/ABdfLhJGS9k/s200/10e37c97e691fb9970ad8bbbcc7518f3.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Kanker payudara, saat ini menjadi momok bagi perempuan. Semakin  terlihat mengerikan karena beredarnya berbagai persepsi yang salah  tentang penyakit ini. Oleh karena itu, setiap perempuan harus  benar-benar memahami apa saja yang terjadi dalam tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benjolan di payudara bukan selalu merupakan pertanda kanker.  Faktanya, delapan puluh persen benjolan di payudara bersifat jinak, yang  berarti, tidak bersifat kanker. Meski demikian, Anda perlu waspada.  Jika Anda menemukan gumpalan di payudara, ada baiknya memeriksakan diri  ke dokter dan melakukan mamografi jika dokter menganjurkan.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi yang membuat ngeri, yakni adanya anggapan yang beredar,  bahwa mamografi bisa menyebabkan kanker! Padahal, anggapan itu sama  sekali tidak benar. Mamografi, penggunaan sinar-X pada payudara, tidak  menyebarkan kanker. Baik radiasi sinar-X maupun tekanan saat tes tidak  bisa menyebarkan kanker. Justru, mamografi merupakan cara deteksi dini  terbaik pada perempuan berusia di atas 40.&lt;br /&gt;Penanganan kanker payudara pun, banyak yang belum paham betul.  Mastectomy (pengangkatan satu atau kedua payudara) bukan satu-satunya  cara menyembuhkan kanker payudara dan mencegahnya kambuh kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut presiden&amp;nbsp; National Research Center for Women &amp;amp; Families  Dr. Diana Zuckerman, sangat sedikit perempuan yang terdiagnosis  menderita kanker payudara perlu mastectomy. Zuckerman menyatakan, 75%  dari perempuan yang menderita kanker payudara setiap tahunnya tidak akan  memerlukan mastectomy dan hanya akan bergantung pada kemoterapi,  radiasi dan lumpectomy (operasi pengangkatan benjolan dari payudara yang  terkena kanker).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lagi satu anggapan keliru yang membuat ngilu, bahwa kanker  payudara bersifat fatal, alias bisa menyebabkan kematian. Faktanya,  menurut Zuckerman, kanker payudara itu sendiri tidak fatal. "Yang  membuat fatal adalah jika kanker menyebar ke bagian tubuh lain hingga  simpul limpa, paru-paru dan organ lainnya." Kanker juga bisa menyebar ke  tulang dan darah, yang bisa meningkatkan risiko kematian. Karena itu,  sangat penting melakukan deteksi dan penanganan dini sebelum kanker  menyebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(MHS/dila)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : suaramerdeka.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7772596526293522505-67352696706861683?l=pustakaartikel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/feeds/67352696706861683/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/2009/11/persepsi-keliru-tentang-kanker-payudara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7772596526293522505/posts/default/67352696706861683'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7772596526293522505/posts/default/67352696706861683'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/2009/11/persepsi-keliru-tentang-kanker-payudara.html' title='Persepsi Keliru Tentang Kanker Payudara'/><author><name>Pustaka Karya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://3.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SuOCaHhVMoI/AAAAAAAAABA/aOEOURsbUBA/S220/garuda_pancasila.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SvbcBnPFc8I/AAAAAAAAADQ/ABdfLhJGS9k/s72-c/10e37c97e691fb9970ad8bbbcc7518f3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7772596526293522505.post-5800869250784358539</id><published>2009-11-08T21:35:00.004+07:00</published><updated>2009-11-09T21:19:40.718+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kehamilan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><title type='text'>Morning Sickness Melindungi Ibu dan Bayi</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SvbW30-ok0I/AAAAAAAAADI/z6WYF9qKB2M/s1600-h/01c85297fe70549568734f341edbae35.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SvbW30-ok0I/AAAAAAAAADI/z6WYF9qKB2M/s200/01c85297fe70549568734f341edbae35.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Di masa-masa awal kehamilan, biasanya perempuan hamil mengalami  mual-mual dan bahkan muntah, di pagi hingga sepanjang hari. Gejala yang  kerap disebut &lt;i&gt;morning sickness &lt;/i&gt;itu dirasakan sangat mengganggu,  karena para calon ibu mengalami kesulitan memilih makanan akibat tubuh  seolah menolak setiap makanan yang masuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ternyata, gejala  mual dan penolakan terhadap makanan justru merupakan pertanda yang  diberikan tubuh agar para calon ibu hanya mengkonsumsi makanan sehat. &lt;i&gt;Morning  sickness,&lt;/i&gt; diduga sebagai reaksi penolakan tubuh terhadap asupan  makanan yang mengandung toksin.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebuah penelitian yang dilakukan  oleh para peneliti dari Liverpool University, pernah menganalisa 56 ibu  hamil dari 21 negara. Para peneliti tersebut mempelajari kejadian mual  dan muntah yang terjadi pada ibu hamil. Mereka kemudian menghubungkan  kebiasaan makan di setiap negara dan memperkirakan bahwa mual dan muntah  yang terjadi memang ada kaitannya dengan kebiasaan pola makan. Para  peneliti tersebut menyatakan bahwa &lt;i&gt;morning sickness&lt;/i&gt; tidak akan  berkembang hebat bila si ibu hamil mengonsumsi makanan yang sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil  penelitian tersebut juga menyatakan bahwa mual dan muntah yang terjadi  pada ibu hamil berkaitan dengan tingginya asupan makanan yang mengandung  gula, alkohol, minyak, dan daging. Beberapa calon ibu juga sering mual  akibat mencium bau tertentu, seperti bau lemak atau makanan gorengan.  Hal tersebut bertanda bahwa makanan itu dapat menimbulkan mual atau  muntah bila dimakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian lainnya juga menyatakan bahwa 50%  dari ibu hamil tidak menyukai alkohol pada awal-awal kehamilannya. Hal  itu menambahkan bahwa gejala &lt;i&gt;morning sickness&lt;/i&gt; juga merupakan  suatu perlindungan tubuh untuk melawan makanan yang tidak sehat yang  masuk ke dalam tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan hamil yang sering mengonsumsi  gula, pemanis, kafein, sayuran, daging, susu, dan telur ternyata  mengalami keluhan mual muntah yang lebih sering dibandingkan mereka yang  sering mengonsumsi sereal dan kacang-kacangan. Para peneliti meyakini  bahwa tubuh calon ibu memiliki kemampuan untuk menangkal makanan yang  mengandung toksin tinggi, dan gejala yang ditunjukkan ketika mereka  mengonsumsi makanan yang tinggi toksin adalah berupa mual muntah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi,  jangan dulu merasa takut janin dalam kandungan mengalami kekurangan  nutrisi akibat ibu selalu menolak makan. Sebaliknya, para calon ibu  disarankan memilih makanan yang lebih sehat.&lt;br /&gt;(IS/dila)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : suaramerdeka.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7772596526293522505-5800869250784358539?l=pustakaartikel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/feeds/5800869250784358539/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/2009/11/morning-sickness-melindungi-ibu-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7772596526293522505/posts/default/5800869250784358539'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7772596526293522505/posts/default/5800869250784358539'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/2009/11/morning-sickness-melindungi-ibu-dan.html' title='Morning Sickness Melindungi Ibu dan Bayi'/><author><name>Pustaka Karya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://3.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SuOCaHhVMoI/AAAAAAAAABA/aOEOURsbUBA/S220/garuda_pancasila.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SvbW30-ok0I/AAAAAAAAADI/z6WYF9qKB2M/s72-c/01c85297fe70549568734f341edbae35.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7772596526293522505.post-669408166126361202</id><published>2009-10-30T00:29:00.018+07:00</published><updated>2009-11-08T20:55:34.032+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Muhammad Shofwan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Naskah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahasa dan Sastra'/><title type='text'>Syarat Formal dalam Penulisan Sebuah Naskah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp; &lt;span style="font-size: small;"&gt;KONVENSI NASKAH&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;Oleh : Muhammad Shofwan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dalam pembuatan naskah yang baik tergantung dari kerangka karangan yang telah digarap sebelumnya, beserta perincian-perinciannya yang telah dilakukan kemudian. Perincian dari kerangka karangan akan menghasilkan suatu bab-bab dan sub-sub bab. Dari bab-bab dan sub-sub bab ini akan menghasilkan pokok-pokok pikiran atau gagasan utama dalam sebuah paragraf atau alinea.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dalam pembuatan naskah yang baik juga kita harus memperhatikan struktur kalimat dan pilihan kata (diksi) yang dibuat sedemikian rupa, sehingga apa yang kita tulis itu jelas, teratur dan menarik.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Namun, ada hal yang lebih penting dari semua hal yang telah diuraikan di atas. Sebuah karangan juga menuntut suatu persyaratan lain yaitu persyaratan formal; bagaimana supaya bentuk atau wajah dari karangan itu, sehingga kelihatan tampak lebih indah dan menarik. Persyaratan formal ini meliputi bagian-bagian pelengkap dan kebiasaan-kebiasaan yang harus diikuti dalam dunia kepenulisan. Semua persyaratan ini secara umum disebut dengan &lt;i&gt;konvensi naskah&lt;/i&gt;. Konvensi naskah adalah penulisan sebuah naskah berdasarkan ketentuan, aturan yang sudah lazim, dan sudah disepakati.&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dari segi persyaratan formal ini, dapat dibedakan lagi karya yang dilakukan secara &lt;i&gt;formal, semi-formal, &lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;non-formal.&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;[2]&lt;/span&gt; Yang dimaksud dengan formal adalah bahwa suatu karya memenuhi semua persyaratan lahiriah yang dituntut oleh konvensi. Sebaliknya, semi-formal yaitu bila sebuah karangan tidak memenuhi semua persyaratan lahiriah yang dituntut konvensi. Sedangkan non-formal yaitu bila bentuk sebuah karangan tidak memenuhi syarat-syarat formalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;SYARAT FORMAL PENULISAN SEBUAH NASKAH&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dalam menyusun sebuah karangan perlu adanya pengorganisasian karangan. Pengorganisasian karangan adalah penyusunan seluruh unsur karangan menjadi satu kesatuan karangan dengan berdasarkan persyaratan formal kebahasaan yang baik, benar, cermat, logis: penguasaan, wawasan keilmuan bidang kajian yang ditulis secara memadai; dan format pengetikan yang sistematis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Persyaratan formal (bentuk lahiriah) yang harus dipenuhi sebuah karya menyangkut tiga bagian utama, yaitu: &lt;i&gt;Bagian pelengkap pendahuluan, isi karangan, &lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;bagian pelengkap penutup. &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;br /&gt;Unsur-unsur dalam Penulisan Sebuah Karangan:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;br /&gt;A.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Bagian Pelengkap Pendahuluan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;a.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Judul Pendahuluan (&lt;i&gt;Judul Sampul&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;b.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Halaman Judul&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;c.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Halaman Persembahan (kalau ada)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;d.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Halaman Pengesahan (kalau ada)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;e.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Kata Pengantar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;f.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Daftar Isi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;g.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Daftar Gambar (kalau ada)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;h.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Daftar Tabel (kalau ada)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;br /&gt;B.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Bagian Isi Karangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;a.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Pendahuluan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;b.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Tubuh Karangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;c.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Kesimpulan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;br /&gt;C.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Bagian Pelengkap Penutup&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;a.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Daftar Pustaka (&lt;i&gt;Bibliografi&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;b.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Lampiran (&lt;i&gt;Apendix&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;c.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Indeks&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;d.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Riwayat Hidup Penulis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;A.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;b&gt;Bagian Pelengkap Pendahuluan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;br /&gt;Bagian pelengkap pendahuluan atau disebut juga &lt;i&gt;halaman-halaman pendahuluan &lt;/i&gt;sama sekali tidak menyangkut isi karangan. Tetapi bagian ini harus disiapkan sebagai bahan informasi bagi para pembaca dan sekaligus berfungsi menampilkan karangan itu dalam bentuk yang kelihatan lebih menarik.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -36pt;"&gt;&lt;br /&gt;a.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Judul Pendahuluan (&lt;i&gt;Judul Sampul&lt;/i&gt;) dan Halaman Judul&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;br /&gt;Judul pendahuluan adalah nama karangan. Halaman judul pendahuluan tidak mengandung apa-apa kecuali mencantumkan judul karangan atau judul buku. Judul karangan atau judul buku ditulis dengan huruf kapital. Biasanya letaknya di tengah halaman agak ke atas. Namun, variasi-variasi lain memang kerap sekali dijumpai.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Dalam pembuatan sebuah makalah atau skripsi, halaman judul mencantumkan nama karangan, penjelasan adanya tugas, nama pengarang (penyusun), kelengkapan identitas pengarang (nomor induk/registrasi, kelas, nomor absen), nama unit studi (unit kerja), nama lembaga (jurusan, fakultas, unversitas), nama &lt;st1:city w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;, dan tahun penulisan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;br /&gt;Untuk memberikan daya tarik pembaca, penyusunan judul perlu memperhatikan unsur-unsur sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;Ø&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Judul menggambarkan kesulurahan isi karangan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;Ø&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Judul harus menarik pembaca baik makna maupun penulisannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;Ø&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Sampul: nama karangan, penulis, dan penerbit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;Ø&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Halaman judul: nama karangan, penjelasan adanya tugas, penulis, kelengkapan identitas pengarang, nama unit studi, nama lembaga, nama &lt;st1:city w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;, dan tahun penulisan (dalam pembuatan makalah atau skripsi).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;Ø&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Seluruh frasa ditulis pada posisi tengah secara simetri (untuk karangan formal), atau model lurus pada margin kiri (untuk karangan yang tidak terlalu formal).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan makalah atau skripsi pada halaman judul:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;Ø&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Judul diketik dengan huruf &amp;nbsp;kapital, misalnya:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;UPAYA MENGATASI KEMISKINAN PADA&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: center;"&gt;MASYARAKAT PEMUKIMAN&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: center;"&gt;KUMUH DI KELURAHAN JATINEGARA&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: center;"&gt;&lt;st1:city w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;JAKARTA&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; TIMUR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;Ø&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Penjelasan tentang tugas disusun dalam bentuk kalimat, misalnya:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: center;"&gt;Makalah ini Disusun untuk Melengkapi Ujian Akhir Mata&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: center;"&gt;Kuliah Bahasa &lt;st1:country-region w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; Semester Genap 2008&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: center;"&gt;Atau&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: center;"&gt;Skripsi ini Diajukan untuk Melengkapi Ujian Sarjana Sastra pada&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: center;"&gt;Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Negeri Jakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;Ø&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Nama penulis ditulis dengan huruf kapital, di bawah nama dituliskan Nomor Induk Mahasiswa (NIM), misalnya:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: center;"&gt;MUHAMMAD SHOFWAN&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: center;"&gt;107021001506&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;Ø&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Logo universitas untuk makalah, skripsi, tesis, dan disertasi; makalah ilmiah tidak diharuskan menggunakan logo.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;Ø&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Data institusi mahasiswa mencantumkan program studi, jurusan, fakultas, unversitas, nama &lt;st1:city w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;, dan tahun ditulis dengan huruf kapital, misalnya:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: center;"&gt;JURUSAN BAHASA DAN SASTRA ARAB&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: center;"&gt;FAKULTAS ADAB DAN HUMANIORA&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: center;"&gt;UNIVERSITAS NEGERI &lt;st1:city w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;JAKARTA&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: center;"&gt;2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Hal-hal yang harus dihindarkan dalam halaman judul karangan formal:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;Ø&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Komposisi tidak menarik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;Ø&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Tidak estetik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;Ø&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Hiasan gambar tidak relevan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;Ø&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Variasi huruf jenis huruf.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;Ø&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Kata “ditulis (disusun) oleh.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;Ø&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Kata “NIM/NRP.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;Ø&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Hiasan, tanda-tanda, atau garis yang tidak berfungsi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;Ø&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Kata-kata yang berisi slogan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;Ø&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Ungkapan emosional.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;Ø&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Menuliskan kata-kata atau kalimat yang tidak berfungsi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -54pt;"&gt;b.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Halaman Persembahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Bagian ini tidak terlalu penting. Bila penulis ingin memasukan bagian ini, maka hal itu semata-mata dibuat atas pertimbangan penulis. Persembahan ini jarang melebihi satu halaman, dan biasanya terdiri dari beberapa kata saja, misalnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;Kutulis novel ini&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;dengan cahaya cinta&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;untuk mahar menyunting belahan jiwa,&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;Muyasaratun Sa’idah binti KH. Muslim Djawahir, alm.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Rabbana hab lanaa min azwaajinaa wa dzurriyyaatinaa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Qurrata a’yuni waj’alnaa lil muttaqiina imaama. Amin.&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Bila penulis menganggap perlu memasukkan persembahan ini, maka persembahan ini ditempatkan berhadapan dengan halaman belakang judul buku, atau berhadapan dengan halaman belakang cover buku, atau juga menyatu dengan halaman judul buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;c.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Halaman Pengesahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Halaman pengesahan digunakan sebagai pembuktian bahwa karya ilmiah yang telah ditanda-tangani oleh pembimbing, pembaca/penguji, dan ketua jurusan telah memenuhi persyaratan administratif sebagai karya ilmiah. Halaman pengesahan biasanya digunakan untuk penulisan skripsi, tesis, dan disertasi, sedangkan makalah ilmiah, dan karangan lainnya (baik non-fiksi maupun fiksi) tidak mengharuskan adanya halaman pengesahan. Penyusunan pengesahan ditulis dengan memperhatikan persyaratan formal urutan dan tata letak unsur-unsur yang harus tertulis di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Judul skripsi seluruhnya ditulis dengan huruf kapital pada posisi tengah antara margin kiri dan kanan. Nama lengkap termasuk gelar akademis pembimbing materi/teknis, pembaca/penguji, dan ketua program jurusan ditulis secara benar dan disusun secara simetri kiri-kanan dan atas-bawah. Skripsi diajukan kepada sidang penguji akademis setelah disetujui oleh pembimbing dan pembaca/penguji. Penulis skripsi dinyatakan lulus jika skripsinya telah diuji di hadapan sidang terbuka/tertutup dan telah ditanda-tangani oleh semua nama yang tercantum dalam halaman pengesahan. Nama &lt;st1:city w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; dan tanggal pengesahan ditulis di atas kata ketua jurusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Hal-hal yang harus dihindarkan:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;Ø&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Menggaris-bawahi nama dan kata-kata lainnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;Ø&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Menggunakan titik atau koma pada akhir nama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;Ø&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Tulisan melampaui garis tepi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;Ø&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Menulis nama tidak lengkap.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;Ø&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Menggunakan huruf yang tidak standar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;Ø&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Tidak mencantumkan gelar akademis.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;d.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Kata Pengantar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Kata pengantar fungsinya sama dengan sebuah &lt;st1:city w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;surat&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; pengantar. Kata pengantar adalah bagian karangan yang berisi penjelasan mengapa menulis sebuah karangan. Setiap karangan ilmiah, seperti: buku, skripsi, tesis, disertasi, makalah, atau laporan formal ilmiah harus menggunakan kata pengantar. Di dalamnya disajikan informasi sebagai berikut: &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;Ø&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;Ø&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Penjelasan adanya tugas penulisan karya ilmiah (untuk skripsi, tesis, disertasi, atau laporan formal ilmiah).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;Ø&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Penjelasan pelaksanaan penulisan karya ilmiah (untuk skripsi, tesis, disertasi, atau laporan formal ilmiah).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;Ø&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Penjelasan adanya bantuan, bimbingan, dan arahan dari seseorang, sekolompok orang, atau organisasi/lembaga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;Ø&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Ucapan terima kasih kepada seseorang, sekolompok orang, atau organisasi/lembaga yang membantu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;Ø&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Penyebutan nama &lt;st1:city w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;, tanggal, bulan, tahun, dan nama lengkap penulis, tanpa dibubuhi tanda-tangan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;Ø&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Harapan penulis atas karangan tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;Ø&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Manfaat bagi pembaca serta kesediaan menerima kritik dan saran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Kata pengantar merupakan bagian dari keseluruhan karya ilmiah. Sifatnya formal dan ilmiah. Oleh karena itu, kata pengantar harus ditulis dengan Bahasa Indonesia yang &lt;st1:city w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;baku&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;, baik, dan benar. Isi kata pengantar tidak menyajikan isi karangan, atau hal-hal lain yang tertulis dalam pendahuluan, tubuh karangan, dan kesimpulan. Sebaliknya, apa yang sudah tertulis dalam kata pengantar tidak ditulis ulang dalam isi karangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Hal-hal yang harus dihindarkan:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;Ø&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Menguraikan isi karangan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;Ø&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Mengungkapkan perasaan berlebihan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;Ø&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Menyalahi kaidah bahasa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;Ø&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Menunjukkan sikap kurang percaya diri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;Ø&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Kurang meyakinkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;Ø&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Kata pengantar terlalu panjang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;Ø&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Menulis kata pengantar semacam sambutan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;Ø&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Kesalahan bahasa: ejaan, kalimat, paragraf, diksi, dan tanda baca tidak efektif.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;e.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Daftar Isi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Daftar isi adalah bagian pelengkap pendahuluan yang memuat garis besar isi karangan ilmiah secara lengkap dan menyeluruh, dari judul sampai dengan riwayat hidup penulis sebagaimana lazimnya sebuah konvensi naskah karangan. Daftar isi berfungsi untuk merujuk nomor halaman judul bab, sub-bab, dan unsur- unsur pelengkap dari sebuah buku yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Daftar isi disusun secara konsisten baik penomoran, penulisan, maupun tata letak judul bab dan judul sub-sub bab. Konsistensi ini dipengaruhi oleh bentuk yang digunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;f.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Daftar Gambar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Bila dalam buku itu terdapat gambar-gambar, maka setiap gambar yang tercantum dalam karangan harus tertulis didalam daftar gambar. Daftar gambar menginformasikan: judul gambar, dan nomor halaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;g.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Daftar Tabel&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Bila dalam buku itu terdapat tabel-tabel, maka setiap tabel yang tertulis dalam karangan harus tercantum dalam daftar tabel. Daftar tabel ini menginformasikan: nama tabel dan nomor halaman.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;B.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;b&gt;Bagian Isi Karangan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Bagian isi karangan sebenarnya merupakan inti dari karangan atau buku; atau secara singkat dapat dikatakan karangan atau buku itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;a.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Pendahuluan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Pendahuluan adalah bab I karangan. Tujuan utama pendahuluan adalah menarik perhatian pembaca, memusatkan perhatian pembaca terhadap masalah yang dibicarakan, dan menunjukkan dasar yang sebenarnya dari uraian itu. Pendahuluan terdiri dari latar belakang, masalah, tujuan pembahasan, pembatasan masalah, landasan teori, dan metode pembahasan. Kesuluruhan isi pendahuluan mengantarkan pembaca kepada materi yang akan dibahas, dianalisis-sintesis, dideskripsi, atau diuraikan dalam bab kedua sampai bab terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Untuk menulis pendahuluan yang baik, penulis perlu memperhatikan pokok-pokok yang harus tertuang dalam masing-masing unsur pendahuluan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -36pt;"&gt;1)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Latar belakang masalah, menyajikan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;ü&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Penalaran (alasan) yang menimbulkan masalah atau pertanyaan yang akan diuraikan jawabannya dalam bab pertengahan antara pendahuluan dan kesimpulan dan dijawab atau ditegaskan dalam kesimpulan. Untuk itu, arah penalaran harus jelas, misalnya deduktif, sebab-akibat, atau induktif.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;ü&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Kegunaan praktis hasil analisis, misalnya: memberikan masukan bagi kebijakan pimpinan dalam membuat keputusan, memberikan acuan bagi pengembangan sistem kerja yang akan datang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;ü&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Pengetahuan tentang studi kepustakaan, gunakan informasi mutakhir dari buku-buku ilmiah, jurnal, atau internet yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Penulis hendaklah mengupayakan penggunaan buku-buku terbaru.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;ü&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Pengungkapan masalah utama secara jelas dalam bentuk pertanyaan, gunakan kata tanya yang menuntut adanya analisis, misalnya: &lt;i&gt;bagaimana...., mengapa.....&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;ü&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Tidak menggunakan kata &lt;i&gt;apa &lt;/i&gt;karena tidak menuntut adanya analisis, cukup dijawab dengan &lt;i&gt;ya &lt;/i&gt;atau &lt;i&gt;tidak.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 108pt; text-align: justify; text-indent: -72pt;"&gt;2)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Tujuan penulisan berisi:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;ü&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Target, sasaran, atau upaya yang hendak dicapai, misalnya: mendeskripsikan hubungan X terhadap Y; membuktikan bahwa budaya tradisi dapat dilestarikan dengan kreativitas baru; menguraikan pengaruh X terhadap Y.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;ü&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Upaya pokok yang harus dilakukan, misalnya: mendeskripsikan data primer tentang kualitas budaya tradisi penduduk asli &lt;st1:city w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;; membuktikan bahwa pembangunan lingkungan pemukiman kumuh yang tidak layak huni memerlukan bantuan pemerintah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;ü&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Tujuan utama dapat dirinci menjadi beberapa tujuan sesuai dengan masalah yang akan dibahas. Jika masalah utama dirinci menjadi dua, tujuan juga dirinci menjadi dua.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 108pt; text-align: justify; text-indent: -72pt;"&gt;3)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Ruang lingkup masalah berisi:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;ü&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Pembatasan masalah yang akan dibahas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;ü&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Rumusan detail masalah yang akan dibahas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;ü&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Definisi atau batasan pengertian istilah yang tertuang dalam setiap variabel. Pendefinisian merupakan suatu usaha yang sengaja dilakukan untuk mengungkapkan suatu benda, konsep, proses, aktivitas, peristiwa, dan sebagainya dengan kata-kata.&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 108pt; text-align: justify; text-indent: -72pt;"&gt;4)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Landasan teori menyajikan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;ü&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Deskripsi atau kajian teoritik variabel X tentang prinsip-prinsip teori, pendapat ahli dan pendapat umum, hukum, dalil, atau opini yang digunakan sebagai landasan pemikiran kerangka kerja penelitian dan penulisan sampai dengan kesimpulan atau rekomendasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;ü&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Penjelasan hubungan teori dengan kerangka berpikir dalam mengembangkan konsep penulisan, penalaran, atau alasan menggunakan teori tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 108pt; text-align: justify; text-indent: -72pt;"&gt;5)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Sumber data penulisan berisi:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;ü&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Sumber data sekunder dan data primer.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;ü&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Kriteria penentuan jumlah data.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;ü&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Kriteria penentuan mutu data.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;ü&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Kriteria penentuan sample.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;ü&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Kesesuaian data dengan sifat dan tujuan pembahasan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 108pt; text-align: justify; text-indent: -72pt;"&gt;6)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Metode dan teknik penulisan berisi:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;ü&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Penjelasan metode yang digunakan dalam pembahasan, misalnya: metode kuantitatif, metode deskripsi, metode komparatif, metode korelasi, metode eksploratif, atau metode eksperimental.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;ü&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Teknik penulisan menyajikan cara pengumpulan data seperti wawancara, observasi, dan kuisioner; analisis data, hasil analisis data, dan kesimpulan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 108pt; text-align: justify; text-indent: -72pt;"&gt;7)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Sistematika penulisan berisi:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;ü&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Gambaran singkat penyajian isi pendahuluan, pembahasan utama, dan kesimpulan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;ü&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Penjelasan lambang-lambang, simbol-simbol, atau kode (kalau ada).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;b.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Tubuh Karangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Tubuh karangan atau bagian utama karangan merupakan inti karangan berisi sajian pembahasan masalah. Bagian ini menguraikan seluruh masalah yang dirumuskan pada pendahuluan secara tuntas (sempurna). Di sinilah terletak segala masalah yang &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;akan dibahas secara sistematis. Kesempurnaan pembahasan diukur berdasarkan kelengkapan unsur-unsur berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;1)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Ketuntasan materi:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify;"&gt;Materi yang dibahas mencakup seluruh variabel yang tertulis pada kalimat tesis, baik pembahasan yang berupa data sekunder (kajian teoretik) maupun data primer. Pembahasan data primer harus menyertakan pembuktian secara logika, fakta yang telah dianalisis atau diuji kebenarannya, contoh-contoh, dan pembuktian lain yang dapat mendukung ketuntasan pembenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;2)&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Kejelasan uraian/deskripsi:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;ü&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Kejelasan konsep:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt; text-align: justify;"&gt;Konsep adalah keseluruhan pikiran yang terorganisasi secara utuh, jelas, dan tuntas dalam suatu kesatuan makna. Untuk itu, penguraian dari bab ke sub-bab, dari sub-bab ke detail yang lebih rinci sampai dengan uraian perlu memperhatikan kepaduan dan koherensial, terutama dalam menganalisis, menginterpretasikan (manafsirkan) dan menyintesiskan dalam suatu penegasan atau kesimpulan. Selain itu, penulis perlu memperhatikan konsistensi dalam penomoran, penggunaan huruf, jarak spasi, teknik kutipan, catatan pustaka, dan catatan kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;ü&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Kejelasan bahasa: &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 90pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Kejelasan dan ketetapan pilihan kata yang dapat diukur kebenarannya. Untuk mewujudkan hal itu, kata lugas atau kata denotatif lebih baik daripada kata konotatif atau kata kias (terkecuali dalam pembuatan karangan fiksi, kata konotatif atau kata kias sangat diperlukan)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 90pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Kejelasan makna kalimat tidak bermakna ganda, menggunakan struktur kalimat yang betul, menggunakan ejaan yang &lt;st1:city w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;baku&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;, menggunakan kalimat efektif, menggunakan koordinatif dan subordinatif secara benar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 90pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Kejelasan makna paragraf dengan memperhatikan syarat-syarat paragraf: kesatuan pikiran, kepaduan, koherensi (dengan repetisi, kata ganti, paralelisme, kata transisi), dan menggunakan pikiran utama, serta menunjukkan adanya penalaran yang logis (induktif, deduktif, kausal, kronologis, spasial).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;ü&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Kejelasan penyajian dan fakta kebenaran fakta:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt; text-align: justify;"&gt;Kejelasan penyajian fakta dapat diupayakan dengan berbagai cara, antara lain: penyajian dari umum ke khusus, dari yang terpenting ke kurang penting; kejelasan urutan proses. Untuk menunjang kejelasan ini perlu didukung dengan gambar, grafik, bagan, tabel, diagram, dan foto-foto. Namun, kebenaran fakta sendiri harus diperhatikan kepastiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;Hal-hal lain yang harus dihindarkan dalam penulisan karangan (ilmiah):&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;Ø&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Subjektivitas dengan menggunakan kata-kata: saya pikir, saya rasa, menurut pengalaman saya, dan lain-lain. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify;"&gt;Atasi subjektivitas ini dengan menggunakan: penelitian membuktikan bahwa…, uji laboratorium membuktikan bahwa…, survai membuktikan bahwa…,&lt;u&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;Ø&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Kesalahan: pembuktian pendapat tidak mencukupi, penolakan konsep tanpa alasan yang cukup, salah nalar, penjelasan tidak tuntas, alur pikir (dari topik sampai dengan simpulan) tidak konsisten, pembuktian dengan prasangka atau berdasarkan kepentingan pribadi, pengungkapan maksud yang tidak jelas arahnya, definisi variabel tidak (kurang) operasional, proposisi yang dikembangkan tidak jelas, terlalu panjang, atau bias, uraian tidak sesuai dengan judul.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;c.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Kesimpulan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Kesimpulan atau simpulan merupakan bagian terakhir atau penutup dari isi karangan, dan juga merupakan bagian terpenting sebuah karangan ilmiah. Pembaca yang tidak memiliki cukup waktu untuk membaca naskah seutuhnya cenderung akan membaca bagian-bagian penting saja, antara lain kesimpulan. Oleh karena itu, kesimpulan harus disusun sebaik mungkin. Kesimpulan harus dirumuskan dengan tegas sebagai suatu pendapat pengarang atau penulis terhadap masalah yang telah diuraikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Penulis dapat merumuskan kesimpulannya dengan dua cara:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;Ø&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Dalam tulisan-tulisan yang bersifat argumentatif, dapat dibuat ringkasan-ringkasan argumen yang penting dalam bentuk dalil-dalil (atau tesis-tesis), sejalan dengan perkembangan dalam tubuh karangan itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;Ø&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Untuk kesimpulan-kesimpulan biasa, cukup disarikan tujuan atau isi yang umum dari pokok-pokok yang telah diuraikan dalam tubuh karangan itu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;C.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;b&gt;Bagian Pelengkap Penutup&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Bagian pelengkap penutup juga merupakan syarat-syarat formal bagi suatu karangan ilmiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;a.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Daftar pustaka (&lt;i&gt;Bibliografi&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Setiap karangan ilmiah harus menggunakan data pustaka atau catatan kaki dan dilengkapi dengan daftar bacaan. Daftra pustaka (bibliografi) adalah daftar yang berisi judul buku, artikel, dan bahan penerbitan lainnya yang mempunyai pertalian dengan sebuah atau sebagian karangan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Unsur-unsur daftar pustaka meliputi:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;Ø&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Nama pengarang: penulisannya dibalik dengan menggunakan koma.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;Ø&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Tahun terbit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;Ø&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Judul buku: penulisannya bercetak miring.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;Ø&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Data publikasi, meliputi tempat/kota terbit, dan penerbit..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;Ø&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Untuk sebuah artikel diperlukan pula judul artikel, nama majalah, jilid, nomor, dan tahun terbit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 117pt; text-align: justify; text-indent: -63pt;"&gt;Contoh: Tarigan, Henry. 1990. &lt;i&gt;Membaca sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa.&lt;/i&gt; &lt;st1:city w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;Bandung&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;: Angkasa. (Banyak versi lainnya)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 117pt; text-align: justify; text-indent: -63pt;"&gt;Keterangan:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;ü&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Jika buku itu disusun oleh dua pengarang, nama pengarang kedua tidak perlu dibalik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;ü&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Jika buku itu disusun oleh banyak orang, nama pengarang pertama yang dicantumkan, setelahnya diberi keterangan dkk. yang artinya dan kawan-kawan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;ü&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Jika buku itu disusun oleh lembaga, nama lembaga itu yang dipakai untuk menggantikan nama pengarang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;ü&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Jika buku itu merupakan editorial (bunga rampai), nama editor yang dipakai dan di belakangnya diberi keterangan &lt;i&gt;ed.&lt;/i&gt; &lt;i&gt;‘editor’&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;ü&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Nama gelar pengarang lazimnya tidak dituliskan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;ü&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Daftar pustaka disusun secara alfabetis berdasarkan urutan huruf awal nama belakang pengarang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;b.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Lampiran (&lt;i&gt;Apendix&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Lampiran (apendix) merupakan suatu bagian pelengkap yang fungsinya terkadang tumpang tindih dengan catatan kaki. Bila penulis ingin memasukan suatu bahan informasi secara panjang lebar, atau sesuatu informasi yang baru, maka dapat dimasukan dalam lampiran ini. Lampiran ini dapat berupa esai, cerita, daftar nama, model analisis, dan lain-lain. Lampiran ini disertakan sebagai bagian dari pembuktian ilmiah. Penyajian dalam bentuk lampiran agar tidak mengganggu pembahasan jika disertakan dalam uraian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;c.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Indeks&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Indeks adalah daftar kata atau istilah yang digunakan dalam uraian dan disusun secara alfabetis (urut abjad). Penulisan indeks disertai nomor halaman yang mencantumkan penggunaan istilah tersebut. Indeks berfungsi untuk memudahkan pencarian kata dan penggunaannya dalam pembahasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;d.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Riwayat Hidup Penulis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Buku, skripsi, tesis, disertasi perlu disertai daftar riwayat hidup. Dalam skripsi menuntut daftar RHP lebih lengkap. Daftar riwayat hidup merupakan gambaran kehidupan penulis atau pengarang. Daftar riwayat hidup meliputi: nama penulis, tempat tanggal lahir, pendidikan, pengalaman berorganisasi atau pekerjaan, dan karya-karya yang telah dihasilkan oleh penulis.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;KESIMPULAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Sebuah karangan menuntut suatu persyaratan lain yaitu persyaratan formal; bagaimana supaya bentuk atau wajah dari karangan itu, sehingga kelihatan tampak lebih indah dan menarik. Semua persyaratan ini secara umum disebut dengan &lt;i&gt;konvensi naskah&lt;/i&gt;. Konvensi naskah adalah penulisan sebuah naskah berdasarkan ketentuan, aturan yang sudah lazim, sudah disepakati, dan harus diikuti dalam dunia kepenulisan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Persyaratan formal (bentuk lahiriah) yang harus dipenuhi sebuah karya menyangkut tiga bagian utama, yaitu: &lt;i&gt;Bagian pelengkap pendahuluan, isi karangan, &lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;bagian pelengkap penutup.&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Unsur-unsur dalam Penulisan Sebuah Karangan:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;A. Bagian Pelengkap Pendahuluan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; a. Judul Pendahuluan (&lt;i&gt;Judul Sampul&lt;/i&gt;)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; b. Halaman Judul&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; c. Halaman Persembahan (kalau ada)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; e. Halaman Pengesahan (kalau ada)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; f. Kata Pengantar&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; g. Daftar Isi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; h. Daftar Gambar (kalau ada)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; i. Daftar Tabel (kalau ada)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;B. Bagian Isi Karangan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; a. Pendahuluan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; b. Tubuh Karangan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; c. Kesimpulan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;C. Bagian Pelengkap Penutup&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; a. Daftar Pustaka (&lt;i&gt;Bibliografi&lt;/i&gt;)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; b. Lampiran (&lt;i&gt;Apendix&lt;/i&gt;)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; c. Indeks&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; d. Riwayat Hidup Penulis&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;Ø&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Keraf, Gorys. &lt;i&gt;Komposisi.&lt;/i&gt; &lt;st1:city w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;: Nusa Indah, 1994.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: -45pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;Ø&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;HS, Widjono. &lt;i&gt;BAHASA INDONESIA Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi.&lt;/i&gt; &lt;st1:city w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;: PT. Grasindo, 2007.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: -45pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;Ø&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Maryani, Yani, dkk. &lt;i&gt;Intisari Bahasa dan Sastra &lt;st1:country-region w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. &lt;/i&gt;&lt;st1:city w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;Bandung&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;: Pustaka Setia, 2005.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;hr align="left" size="1" width="33%" /&gt;&lt;div id="ftn1"&gt;&lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;[1]&lt;/span&gt; Widjono HS, &lt;i&gt;BAHASA INDONESIA Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi &lt;/i&gt;(&lt;st1:city w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;: PT. Grasindo, 2007), &amp;nbsp;hal. 268.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn2"&gt;&lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;[2]&lt;/span&gt; Prof. DR. Gorys Keraf, &lt;i&gt;KOMPOSISI &lt;/i&gt;(Jakarta: Nusa Indah, 1994), hal. 229.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn3"&gt;&lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;[3]&lt;/span&gt; Contoh halaman persembahan diambil dari novel &lt;i&gt;Ayat-ayat Cinta, &lt;/i&gt;buah karya dari Habiburrahman El- Shirazy.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ftn4"&gt;&lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;[4]&lt;/span&gt; Dra. Yani Maryani, dkk. &lt;i&gt;Intisari Bahasa dan Sastra &lt;st1:country-region w:st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt; &lt;/i&gt;(&lt;st1:city w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;Bandung&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;: Pustaka Setia, 2005), hal. 17.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7772596526293522505-669408166126361202?l=pustakaartikel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/feeds/669408166126361202/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/2009/10/syarat-formal-dalam-penulisan-sebuah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7772596526293522505/posts/default/669408166126361202'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7772596526293522505/posts/default/669408166126361202'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pustakaartikel.blogspot.com/2009/10/syarat-formal-dalam-penulisan-sebuah.html' title='Syarat Formal dalam Penulisan Sebuah Naskah'/><author><name>Pustaka Karya</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://3.bp.blogspot.com/_-mdrsM4iVa0/SuOCaHhVMoI/AAAAAAAAABA/aOEOURsbUBA/S220/garuda_pancasila.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
